METRO

Pembuang Limbah ke Ciliwung Terbongkar

Pemkot dan polisi akan segera bertindak.

ddd
Kamis, 5 September 2013, 18:38
Salah satu industri yang buang limbah di Sungai Ciliwung, Depok
Salah satu industri yang buang limbah di Sungai Ciliwung, Depok (VIVAnews/ Zahrul Darmawan)

VIVAnews - Kondisi Kali Ciliwung yang melintasi Kota Depok kian memprihatinkan. Tak hanya dicemari tumpukan sampah, di sepanjang kali tersebut juga ditemui limbah olahan pabrik. Kondisi ini semakin diperburuk dengan adanya penambang pasir liar hingga penggusuran lahan hijau menjadi pemukiman elite.

Kamis, 5 September 2013, petugas Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok bersama kelompok Komunitas Ciliwung menyusur aliran sungai itu dari Cilodong hingga Pancoran Mas, Depok. VIVAnews yang ikut dalam rombongan, melihat langsung limbah-limbah yang mengalir masuk Ciliwung.

Terdapat limbah sisa pabrik tahu, mebel (furniture) hingga limbah rumah tangga. Kepala Bidang Pengawasan BLH Depok Sarwi Muloh mengatakan, hasil temuan ini akan segera dikoordinasikannya pada sejumlah dinas terkait seperti Satpol PP dan DKP untuk selanjutnya melakukan langkah konkret.

“Segera akan kami telusuri pabrik-pabrik itu. Seperti yang kita lihat, kondisi ini cukup memprihatinkan jika dibiarkan terus maka akan semakin parah,” janjinya.

Tak hanya menimbulkan bau tak sedap, limbah yang ada juga diyakini telah merusak ekosistem alam. Tak hanya itu saja, persoalan lain juga ditemukan ketika bantaran kali beralih fungsi menjadi pemukiman elite. Kondisi ini pun semakin diperparah dengan adanya penambang pasir liar dan tumpukan sampah rumahan.
         
Koordinator Komunitas Ciliwung, Taufiq, mengatakan perlu adanya sikap tegas dari pemerintah terhadap kondisi ini. Sebab jika tak mendapat perhatian serius maka bukan tidak mungkin Kali Ciliwung akan beralih fungsi yang berdampak pada banyak hal seperti banjir.

"Lihat saja tadi, tumpukan sampah dan limbah salah satu pabrik beberapa bulan lalu hanya mencapai lima meter namun kini sudah mencapai sepuluh meter lebih," kata dia.

Parahnya lagi, banyak perumahan baru yang dibangun dengan merusak hutan di bantaran kali. Dulu, jenis ikan yang ada di Sungai Ciliwung mencapai 120 ekor namun kini tinggal 20 jenis. Ini butuh perhatian khusus,” ucapnya.

Objek Wisata

Kali Ciliwung, lanjut Taufiq, sebenarnya sangat berpotensi dijadikan objek wisata. Selain karena keindahannya, di sepanjang Kali Ciliwung juga terdapat situs-situs sejarah yang dipercayai masyarakat sekitar. Salah satunya Cadas Putih yang ada di kawasan Ratujaya, Pancoran Mas Depok.

“Kami tentu berharap pemerintah dapat memperhatikan hal itu. Karena Ciliwung ini mengandung banyak potensi alam yang sangat disayangkan jika tidak dioptimalkan seperti seharusnya.”

Satu contoh kecil saja, di bantaran ini banyak tersimpan cerita-cerita legenda kepercayaan masyarakat sekitar. Salah satunya Cadas Putih, yang diyakini warga merupakan tempat kepala jawara di wilayah itu yang tewas ditebas golok. Sementara goloknya diyakini ada  di kawasan Bojonggede. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
eelcell
06/09/2013
lanjutkan.... 86...
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com