METRO

Komnas HAM Protes Keras Jokowi Ingkar Janji

Besok Komnas HAM surati Jokowi berisi teguran keras.

ddd
Rabu, 28 Agustus 2013, 19:14
Joko Widodo
Joko Widodo (ANTARA FOTO/Dhoni Setiawan)

VIVAlife - Wakil Ketua Komnas HAM, Dianto Bachriadi, Rabu 28 Agustus 2013, mengecam keras tindak penggusuran secara paksa dan disertai kekerasan yang dilakukan Pemprov DKI pada Kamis 22 Agustus 2013.

"Jokowi sudah ingkar janji," katanya kepada VIVAnews di kantornya.

Dianto mengatakan janji untuk tidak melakukan penggusuran sebelum rusun untuk relokasi warga dikatakan Jokowi berkali-kali. "Janji itu dikatakan langsung pada warga saat acara makan siang di Balaikota. Janji itu juga diucapkan Jokowi di tempat ini," ujarnya.

Atas dasar itu Komnas HAM sedang membuat surat teguran keras. Surat itu akan dikirim besok ke Jokowi. Surat protes ini berisi dua pon penting mengenai apa yang pernah disampaikan Jokowi dan hasil pertemuan warga pada sore ini.

Poin pertama protes atas sikap Jokowi, yang melanggar kesepakatan. Di mana dia berjanji tidak akan menggusur warga Pluit sebelum rusun untuk relokasi warga jadi dan bisa ditempati.

Poin kedua merupakan hasil pertemuan dengan warga yang menunjuk lembaga ini sebagai mediator. "Warga minta kita memediasi. Kita sepakat dalam setiap pertemuan Komnas HAM dilibatkan. Selama ini warga bergerak sendiri membuat kesepakatan tanpa kita," ujarnya.

Dari data yang ada di Komnas HAM pada penggusuran tahap awal masih menyisakan 50 KK (kepala keluarga) yang tidak terfasilitasi rusun, jumlah ini bertambah dengan penggusuran tahap dua. "Penggusuran ini berdampak pada banyak sektor termasuk pekerjaan dan pendidikan. Ini juga yang dijanjikan Jokowi saat itu," katanya.

Hal ini yang membuat Komnas HAM tidak bisa menolak saat warga gusuran Pluit tahap dua mengungsi ke tempatnya."Kita tak bisa membiarkan mereka luntang-lantung dan tidur di jalan. Lihat sendiri ada anak kecil dan orang tua mereka harus dijamin haknya," ujarnya.

Sementara itu Ketua PBHI, Poltak Agustinus Sinaga mengatakan akan terus mendampingi warga dan melakukan advokasi. "Kita sudah advokasi sejak 8 bulan lalu. Kita konsisten untuk terus dampingi warga," katanya.

Baginya apa yang dilakukan warga adalah sebuah kewajaran. "Warga hanya menuntut janji. Kita juga akan dukung Komnas HAM sampai warga memperoleh haknya," tegasnya. (eh)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
tobings
29/08/2013
Komnas HAM cari muka lagi...ngerti gak orang-orang yang digusur itu gak punya HAK dan penyerobot....trus Komans membela Hak Azasi Menyerobot gitu? :p
Balas   • Laporkan
tubil
29/08/2013
Makanye ape gue bilang, elo2 warge Jakarte masih percaya aje ame pemimpin dr partai yg janjinye kaya kentut, mulutnye bau busuk...lo pilih lg tuh jagoan dr partai si MONYONG PUTIH yg diasuh oleh mbok Mega...wkwkwk
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com