METRO

Kronologi Penembakan Dua Polisi Pondok Aren

Kedua polisi tersebut tengah menjalankan tugas.

ddd
Sabtu, 17 Agustus 2013, 00:44
Polisi jadi sasaran teror penembakan
Polisi jadi sasaran teror penembakan (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)
VIVAnews - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto menjelaskan kronologi penembakan dua anggota Polsek Pondok Aren, Tangerang Selatan, Jumat 16 Agustus 2013. Saat itu, kedua polisi, Bripka Maulana dan Aiptu Kus Hendratna, tengah menjalan tugas mereka.

Aiptu Kus Hendratna, kata Rikwanto, mendatangi Mapolsek saat akan apel pukul 22.00 WIB. Apel dilakukan dalam rangka persiapan operasi cipta kondisi usai Operasi Ketupat Jaya 2013 yang selesai, hari ini.

"Saat mau masuk ke Polsek, Aiptu Kus dipepet dua orang yang mengendarai Mio matic warna hitam dan langsung ditembak pada bagian belakang kepala. Korban langsung terjatuh dan meninggal di tempat," ujar Rikwanto kepada VIVAnews.

Melihat aksi tersebut, empat orang yang tergabung dalam tim buru sergap mengejar pelaku menggunakan mobil Avanza. "Anggota Buser kemudian menabrak motor pelaku."

Namun, mobil Polisi itu terperosok ke got tanggul jalan. Pelaku yang turun dari motor datang dan menembak supir Avanza, Bripka Maulana, yang baru keluar dari pintu. "Dia meninggal di tempat," jelas Rikwanto.

Kedua korban, saat ini sedang dibawa ke RS Polri Kramatjati untuk diautopsi. Petugas sendiri, kata Rikwanto, masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa saksi di lokasi kejadian.

Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Putut Eko Bayuseno dan juga Kabareskrim Komisaris Jenderal Sutarman sudah berada di lokasi kejadian untuk melihat langsung peristiwa tersebut. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
hankpusakh
17/08/2013
kok pada komen ngga ada yg ngedukung pak polisi.... jangan jangan emang mayoritas polisi korup ys????
Balas   • Laporkan
djokoprawiroatmodjo
17/08/2013
Kronology yg ga masuk akal! Payah amat sih Polisi Indo. Pasti perut buncit ga bisa nguber. Trs mobilnya justru hancur, kayaknya dpt SIM lwt Simulator Djoko Susilo yg ga jalan. Pantes kalah ama pemotor. Sangat disayangkan kwalitas polisi ga profesional.
Balas   • Laporkan
rico_royco
17/08/2013
Penuh rekayasa, kalo rakyat percaya, mental penjilat namax, dulu Belanda jg menyebarkan propaganda dengan menyebut pejuang kita itu ekstrimis, dan klo belanda bunuhi rakyat indonesia mreka bilang yng dibunuh itu ekstrimis, bandingkan dgn jaman skg sama td
Balas   • Laporkan
rico_royco
17/08/2013
viva news corong pemerintah, memberangus hak rakyat utk berpendapat tanpa menimbulkan SARA dan kerusuhan karena dilakukan di media on line, tp kenapa kalo komentarnya jujur di anggap tidak pantas dan di sensor??? apa lebih layak kalo di sampaikan lwt demo
Balas   • Laporkan
nelos
17/08/2013
Biar ada efek Jera juga buat Pihak Kepolisian karena kadang bersikap Tidak wajar terhadap masyarakat.. makanya kasus seperti ini adalah sala satu kemarahan masyarakat yang secara tidak langsung oleh orang bersenjata
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id