METRO

Polisi Ciduk Penari Telanjang di Tempat Karaoke

Modus yang mereka lakukan yakni berpura-pura menjadi pemandu karaoke.

ddd
Jum'at, 5 Juli 2013, 13:46
Modus yang mereka lakukan yakni berpura-pura menjadi pemandu karaoke.
Modus yang mereka lakukan yakni berpura-pura menjadi pemandu karaoke. (VIVAnews/ Faddy Ravydera)
VIVAnews - Empat perempuan penari telanjang di salah satu tempat hiburan malam yang terletak di Jalan Boulevard Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara diamankan aparat Polres Metro Jakarta Utara pada Kamis 4 Juli 2013 dini hari.

Bukan hanya penari telanjang, tiga orang yang diduga menyediakan mereka kepada pengunjung juga ikut diamankan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara, Ajun Komisaris Besar Daddy Hartadi menjelaskan, pengerebekan itu berawal laporan dari masyarakat yang menyebutkan di lokasi hiburan malam itu banyak mempekerjakan anak di bawah umur.

"Kami langsung mengerebek Champion Karoke itu dan diamankan semua yang diduga terlibat. Total ada tujuh orang yang diamankan dan saat ini masih di periksa," kata Dady, Jumat 5 Juli 2013.

Tujuh perempuan yang diamankan, lanjut Dady di antaranya ND, 38 tahun, selaku mami, empat orang penari striptis, RR, 17 tahun, RL, 19 tahun, LS, 20 tahun, dan PM, 23 tahun, serta dua orang wanita pemandu lagu, WI, 20 tahun dan LU, 21 tahun.

"Dua dari tujuh wanita yang diamankan tersebut ada yang berstatus sebagai saksi. Kami masih terus dalami dan kembangkan kasus ini," jelasnya.

Berdasarkan pengakuan ketujuh perempuan yang diamankan, modus yang mereka lakukan yakni berpura-pura menjadi pemandu karaoke. Namun, mereka akan menuruti semua kemauan tamu jika harganya sesuai kesepakatan dengan tersangka.

Untuk menemani tamu yang berkaraoke, mereka mendapat bayaran Rp 80 ribu per jam. "Dengan pembagian Rp 55 ribu untuk wanita dan Rp 25 ribu untuk maminya. Tarif itu bagi wanita yang sudah menjadi karyawan tetap," ujar dia.

Sementara untuk freelance, lanjut Daddy, mereka diupah dengan tarif Rp 80 ribu per jam, mereka akan membagi uang Rp 43 ribu untuk perempuan itu dan sisanya Rp 17 ribu dibagi dua lagi untuk perusahaan dan mami.

Apabila wanita tersebut dibawa keluar dari tempat hiburan, maka akan dikenai tarif lebih besar mencapai Rp 1 juta. "Uangnya bisa diberikan ke orang yang dituju atau langsung ke maminya. Dan pembagiannya tidak pasti, kadang Rp 200 ribu kadang Rp 800 ribu untuk mami. Jadi, sesuai kesepakatan mereka saja," jelas Daddy.

Atas perbuatannya, kelima tersangka dijerat pasal berlapis, yaitu Pasal 36 UU RI No.44 Tahun 2008 tentang Pornografi anacaman hukuman 10 tahun penjara dan Pasal 88 UU RI No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan hukuman 10 tahun penjara.


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id