METRO

Mahasiswa UI Bakar Kranda SBY Jelang BBM Naik

Mereka mengancam akan mengepung Istana.

ddd
Jum'at, 21 Juni 2013, 21:27
Aksi demo Mahasiswa UI tolak kenaikan BBM
Aksi demo Mahasiswa UI tolak kenaikan BBM (VIVAnews/Zahrul DarmawanZahrul Darmawan (Depok))
VIVAnews - Jelang kenaikan harga BBM, sejumlah mahasiswa Universitas Indonesia (UI) kembali menggelar aksi unjuk rasa di lingkungan kampusnya hingga pinggir jalan, Jumat 21 Juni 2013.

Berbeda dengan aksi sebelumnya yang hanya membakar atribut partai, kali ini, mahasiswa membakar keranda mayat bertuliskan Presiden SBY dan Wakilnya, Budiono.

Salah satu aktivis UI yang juga koordinator aksi, Abi mengatakan, akan terus mengelar aksi sampai harga BBM itu batal dinaikkan. Jika nantinya BBM yang dikabarkan pukul 22.00 WIB tetap naik, mereka mengancam akan mengepung Istana.

"Kami tetap menuntut Presiden untuk membatalkan kenaikan BBM. Kami rakyat kecil, pemerintah tidak pro rakyat," teriaknya.

Aksi yang berlangsung di pintu Tugu Buku ini, sempat membuat arus lalu lintas menuju Jakarta macet parah. Minimnya pengawalan, membuat mahasiswa leluasa menjalankan aksinya.

Diketahui sejumlah SPBU hampir di seluruh daerah Indonesia, sudah ramai diserbu warga sejak siang tadi. Mereka rela mengantre untuk membeli BBM subsidi sebelum dinaikkan harganya dini hari ini.

Satpol PP terluka

Di tempat berbeda, aksi demo menolak kenaikan BBM yang digelar buruh di gedung Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang berakhir bentrok.

Massa buruh yang kesal karena aksinya tidak mendapat respon dari pemerintah setempat, mendobrak pintu gerbang Puspemkot Tangerang hingga jebol. Alhasil, baku hantam antara demonstran dengan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang ikut mengamakan demo tidak terelakan.

Untuk meredam emosi buruh, polisi terpaksa melepaskan empat kali tembakan gas air mata. Sikap tegas polisi semakin membuat kepanikan. Sejumlah PNS yang masih berada di gedung Puspemkot Tangerang berlarian ketakutan.

Dalam kejadian itu, dua petugas Satpol PP terluka akibat terkena lemparan konblok. Sejumlah buruh juga diamankan polisi. "Dua anak buah saya sudah dibawa ke RSUD Tangerang," ujar Kepala Satpol PP Kota Tangerang, Irman Pudjahendra.

Hingga kini, susana di kawasan Puspemkot Tangerang masih mencekam. Sejumlah polisi bersenjata lengkap juga masih tampak berjaga di kawasan itu. Sejumlah buruh masih memilih tetap bertahan untuk bertemu Wakil Walikota Arief Wismansyah.

Jika sesuai dengan rencana awal, pemerintah akan menaikkan harga BBM jenis premium dari Rp4.500 per liter menjadi Rp6.500 per liter. Sementara itu, harga solar naik dari Rp4.500 per liter menjadi Rp5.500 per liter. (umi)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id