METRO

VIDEO: Kontroversi Kawin Kontrak di Puncak Bogor

Puncak jadi daya tarik tersendiri bagi turis pria asal Timur Tengah.
Kamis, 20 Juni 2013
Oleh : Sandy Adam Mahaputra
Panorama menjelang matahari terbit di kawasan Puncak, Cisarua, Bogor, Jawa Barat
VIVAnews - Puncak adalah salah satu kawasan wisata favorit, baik bagi turis lokal maupun pelancong asing. Namun selain karena alamnya yang asri dan sejuk, ada daya tarik tersendiri bagi para turis hidung belang untuk datang ke Puncak, yakni kawin kontrak.

Di desa Tugu Utara, Cisarua Puncak, Bogor menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong pria asal Timur Tengah. Tapi bukan keindahan alam atau kesejukan, melainkan praktik kawin kontrak--perkawinan yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu, bisa satu tahun, satu bulan, bahkan satu minggu saja.

Namun, tokoh masyarakat di desa itu, Baban menegaskan sudah tidak ada lagi praktek kawin kontrak di wilayahnya. Tapi, dia tak menampik jika itu pernah terjadi.

"Dulu-dulu memang ada. Dari 2007 sampai 2008, itu sangat sering sekali terjadi. Tapi untuk tahun ini, belum pernah terjadi lagi praktek kawin kontrak," kata dia.

Menurut ujang, seorang yang mengaku pernah menjadi saksi kawin kontrak di desa Tugu Utara, pada 2008 lalu, sebelum melakukan perkawinan ada komitmen kesepakatan tertentu antara turis dan perempuan yang hendak dikawinkan.

Lihat videonya di sini.
TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found