METRO

Ancam Bunuh Satu Keluarga, Debt Colector Diciduk Polisi

"Mereka bilang enggak takut sama polisi,"

ddd
Rabu, 12 Juni 2013, 10:13
Petugas mengamankan puluhan preman ke Polda Metro Jaya
Petugas mengamankan puluhan preman ke Polda Metro Jaya (VIVAnews/Fernando Randy)
VIVAnews - Sepasang suami istri,  Riski (42) dan Rita (50) melaporkan aksi premanisme yang dilakukan oleh puluhan debt collector ke Polda Metro Jaya. Aksi mereka sudah sangat meresahkan, sebab para preman itu mengancam mau membunuh Riski dan keluarganya jika tidak melunasi utang sebesar Rp 3 miliar.

Riski mejelaskan sejak satu bulan lalu, kediamannya di Jalan Wai Seputih, Tanjung Duren, Jakarta Barat memang sering didatangi debt collector. Tetapi kehadiran mereka tidak meresahkan karena tidak melakukan hal-hal yang membahayakan.

Tetapi,  pada Selasa 11 Juni 2013 lalu aksi para preman itu tidak bisa ditolelir lagi karena sudah merusak garasi dan kaca rumahnya. "Mereka datang tiba-tiba, lompat pagar, pecahin kaca. Mereka bilang enggak takut sama polisi dan mengancam mau potong leher saya dan keluarga," ujar Rizki, Rabu 12 Juni 2013.

Menurut Rizki, kedatangan para debt collector itu bukan suruhan bank tempat Rizki meminjam uang. Dia menduga jika preman itu datang atas suruhan Mr X yang meminta Rizki dan keluarga segera mengosongkan rumah dan membayar utang serta bunga sebesar Rp 3 miliar. Padahal utang Rizki ke bank hanya Rp 2 miliar.

Antara dia dengan Mr X memiliki hubungan pertemanan yang sangat dekat. Saat itu Rizki meminta saran bagaimana meminjam uang dalam jumlah banyak. Karena Rizki akan memulai bisnisnya di bidang properti

Kemudian Mr X memberikan arahan ke Rizki untuk berutang ke bank dan menginvestasikan uangnya ke usaha pembangunan rumah. Belakangan diketahui jika investasi yang diajukan oleh Mr X ini ternyata fiktif.

Alhasil, dia harus mengembalikan uang pinjamannya ke bank. "Saya mau bayar utang di bank. Saya sudah siapkan uang Rp 2 miliar. Tapi debt collector ini mintanya Rp 3 miliar. Bahkan rumah ikut saya jaminkan ke bank untuk usaha pembangunan rumah cluster yang juga fiktif. Selama saya jaminkan, saya tetap bayar cicilan bunga, asuransi, dan lainnya," kata Rizki.

Atas dasar itulah dia melaporkan debt collector itu ke polisi karena perbuatan mereka telah mengancam dirinya serta keluarganya. Rizki juga meminta perlindungan kepolisian untuk mengamankan kediamannya. (eh)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
reyarenarayyan
12/06/2013
hajar, ea ea ea
Balas   • Laporkan
hengkie
12/06/2013
Pak Polisi kalau tak mampu berantas..! Panggil Kopasus saja. Biar cepat selesai.......
Balas   • Laporkan
edi_wongndeso
12/06/2013
pak polisi yang tegas dong, kalo perlu ditembak mati aj
Balas   • Laporkan
baronbageur
12/06/2013
Pak Kapolri, Pak Kapolda .... Tunjukan kekuasaan Bapak dan Buktikan kepada Masyarakat Indonesia kalau Bapak punya nyali kepada Debt Colector untuk memberantasnya bila perlu SUNTIK Mati mereka.... Debt Colector seperti thaiiiiii...
Balas   • Laporkan
indoforum.org
12/06/2013
oh, si mr X meminjam ke bank sebesar 3M dengan jaminan milik rizki, trus mr X meminjamkan ke rizki 2M
Balas   • Laporkan
imamulki
12/06/2013
ayo pak polisi, jgn ksh ruang gerak sampah masyarakat spt ini.
Balas   • Laporkan
brainsynctech
12/06/2013
TAMPANGE MENJIJIKAN
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id