METRO

Penembak Tito Kei Seorang Penembak Jitu?

Dua peluru menghilangkan dua nyawa, Tito Kei dan Ratim.

ddd
Sabtu, 1 Juni 2013, 09:13
Tempat kejadian perkara penembakan Tito Refra Kei
Tempat kejadian perkara penembakan Tito Refra Kei  
VIVAnews - Tito Refra Kei tewas ditembak seorang tidak dikenal saat berada di sebuah warung kopi, yang berada dekat rumahnya. Malam itu, adik dari Jhon Kei itu sedang bermain kartu bersama tiga orang temannya.

Tiba-tiba seorang pria menggunakan helm mendekat dan langsung menembak Tito di bagian mata sebelah kanan hingga tembus ke belakang telinga.

Pelaku diketahui menembak dari jarak dekat, sekitar 2-3 meter. Bukan hanya Tito yang menjadi korban, Ratim (70), penjaga warung, juga tewas di tempat setelah satu peluru lain menembus dadanya.

Polisi belum bisa memastikan motif penembakan tersebut. Mereka juga belum mengetahui apakah yang melakukan penembakan adalah orang ahli atau bukan.

"Kami belum tahu. Apakah penembak jitu apa bukan, apakah mau tembak mata, apakah mau tembak kepala, dan lain sebagainya," ujar Kapolres Kota Bekasi, Komisaris Besar Priyo Widianto di lokasi, Sabtu 1 Juni 2013.

Menurut keterangan saksi di sekitar TKP, saat kejadian, Tito duduk menghadap jalan di warung seluas 3x4 meter itu. Kemudian di depan Tito, duduk seorang penjaga warung. Kemudian, pelaku muncul dari sebuah jalan di samping warung. Sambil berjalan kaki, pria itu langsung mengarahkan senjata api jenis FN ke kedua orang tersebut.

Pagi ini, polisi akan melakukan olah tempat kejadian perkara lagi untuk mengecek keberadaan proyektil Ratim yang belum ditemukan. "Petugas sudah ambil contoh darah, apakah cocok dengan darah di TKP atau tidak, itu untuk memastikan proyektil dari tubuh siapa yang terjatuh di lokasi," kata Priyo.

Priyo menjelaskan, berdasarkan keterangan yang dihimpun sementara, pelaku langsung menyasar Tito Kei, dia diduga telah menggambar lokasi sebelum melakukan aksinya.

"Tembakan pertama untuk Tito, baru ke Ratim. Tidak ada aksi saling tembak dan umbar tembakan. Kemungkinan masih kami alami, termasuk motif dendam," jelas Priyo. (adi)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
allay.fachlevy
01/06/2013
Hidup Petrus...!!!! Merdeka..!!!
Balas   • Laporkan
geboy99
01/06/2013
Mantap neh kalo PETRUS dah keluar lagi. Mampusin aja tuh preman2 yang suka bikin resah masyarakat. Gak usah mikirin HAM kalo mau membasmi preman. Preman aja gak pernah mikirin HAM para korbannya.
Balas   • Laporkan
allay.fachlevy | 01/06/2013 | Laporkan
Bila Perlu,,Komnas HAM Di Basmi.. Karena Gag Mengerti Apa Itu HAM... HAMBURGER....
sioneng
01/06/2013
Pembunuh mati nya ya di bunuh juga
Balas   • Laporkan
nongo
01/06/2013
asyik....dimulai lg petrus.......ayooo bersih bersih...
Balas   • Laporkan
mbagusi | 01/06/2013 | Laporkan
sekalian koruptor, anggota dpr-dprd ma pengurus partai sekalian...nunggu KPK ma Hakim kelamaan...semua anggota petrus, bisa dikasi penghargaan Satya Dharma apa tuh namanya? pokoke nyang memberi rasa aman bagi rakyat kecil, jadi mimpi buruk penggede korup
predy
01/06/2013
mempan jga tuh preman di dor! basmi smua!
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com