METRO

Tolak Penggusuran, Warga Klender Gembosi 3 Bus Transjakarta

Aksi protes warga Klender ini sempat memacetkan arus lalulintas.

ddd
Sabtu, 18 Mei 2013, 11:11
Warga Klender memblokir Jalan I Gusti Ngurah Rai untuk memprotes rencana penggusuran, Sabtu 18 Mei 2013.
Warga Klender memblokir Jalan I Gusti Ngurah Rai untuk memprotes rencana penggusuran, Sabtu 18 Mei 2013. (VIVAnews/Santi Dewi)
VIVAnews - Tak hanya memblokir Jalan Raya Jalan I Gusti Ngurah Rai, Klender, Jakarta Timur, warga yang menolak penggusuran juga menggembosi ban tiga bus TranJakarta, Sabtu 18 Mei 2013. Warga Klender tersebut kesal karena mereka akan digusur.

"Petugas sedang membetulkan bus TransJakarta setelah digembosi warga," kata pejabat Polres Jakarta Timur, AKBP Santun Marpaung di lokasi aksi demo warga.

Dia mengungkapkan, proses penggusuran sebetulnya belum akan dilaksanakan hari ini. Namun, warga keburu kesal dan melakukan aksi blokir jalan. Akibat aksi warga itu, jalan raya I Gusti Ngurah Rai sempat macet total di kedua jalur.

Aksi kekesalan warga itu sempat jadi tontotan warga wilayah lain. Karena dinilai mengganggu arus lalulintas, warga yang menonton pun dipaksa bubar oleh kepolisian.

Sementara itu, salah satu warga bernama Usman mengaku, sudah mendapat surat pemberitahuan untuk pindah sejak dua bulan lalu. "Lalu tadi malam, warga di sini pun mendapat surat pemberitahuan lagi untuk segera pindah," kata pria 35 tahun itu.

Dia menjelaskan, daerah yang menjadi sengketa seluas 13 hektare dan dihuni 200 kepala keluarga di mana 80 persennya datang dari Madura. "Kami sudah menempati lahan ini sejak 32 tahun lalu," ujarnya.

Saat itu, warga pendatang harus mengeruk tanah sampai 2 meter agar layak huni. "Setelah 32 tahun, tiba-tiba ada perusahaan bernama PT Graha Cipta Karisma mengklaim tanah ini tanpa menunjukkan akte kepemilikan," katanya.

Sejak pemberitahuan dua bulan lalu, Usman juga mengakui, perusahaan menawarkan uang ganti rugi sebesar Rp8 hingga 11 juta per rumah. Namun, warga menolak karena besarannya ditentukan sepihak.

Pantauan VIVAnews hingga pukul 10.30 WIB, warga sudah membuka blokiran jalan. Sebab, ada kesepakatan audiensi warga di kantor Wali Kota Jakarta Timur, Senin mendatang untuk membahas masalah tanah ini.  Kendaraan roda dua dan empat sudah bisa melalui Jalan Ngurah Rai di kedua jalurnya. (eh)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
bangroni
19/05/2013
jaman Ali sadikin yang digusur adalah tanah milik ( adat ) orang betawi, namun orang betawi ikhlas karena untuk kepentingan negara, dan kayanya tanah situ tersebut juga dulunya milik warga betawi, ayo bang jokowi jangan gentar banjir krn mereka
Balas   • Laporkan
bentengmuda
18/05/2013
KALO GUE NGELIATNYE KARENA MEREKA KEMAKAN JANJINYE JOKOWI PAS KAMPANYE. APA BEDANYE MEREKA SAMA WARGA TANAH MERAH YG NEMPATIN TANAH ORANG ( PERTAMINA ) ??????????
Balas   • Laporkan
kuncoro.prasetyo.77
18/05/2013
auidiensi akan percuma jika ada win-win solution
Balas   • Laporkan
kuncoro.prasetyo.77 | 18/05/2013 | Laporkan
audiensi akan percuma jika tidak ada win-win soloution.
grd1589
18/05/2013
Warga jakarta yg terhormat dan pintar. Kalau kalian selalu menolak utk digusur, buktikan dahulu sertifikat tanah yg kalian dudukin. Kalau kalian ga pny sertifikat tanah, ampe lu kiamat tu tanah bukan pny eluuuu. Jgn maen klaim sendiri itu tanah kalian.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com