METRO

Berhasil Gusur Warga Bantaran Waduk Pluit, Jokowi Lega

Kini Pemprov DKI dapat bekerja dengan leluasa di kawasan itu.
Rabu, 8 Mei 2013
Oleh : Desy Afrianti, Eka Permadi
Jokowi saat pantau banjir di kawasan Pluit.

VIVAnews - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, mengaku lega karena satu pekerjaanya untuk merelokasi warga di bantaran Waduk Pluit, Jakarta Utara, akhirnya selesai. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menormalisasi Waduk Pluit guna mengatasi banjir yang selalu melanda kawasan itu. 

"Soal masalah dengan warga itu sudah selesai. Kami sudah memberikan solusi untuk nanti dipindah ke rusun. Dan warga sepakat," kata Jokowi di Balai Kota, Selasa 8 Mei 2013.

Menurutnya, kini Pemprov DKI dapat bekerja dengan leluasa di kawasan ini.
"Saya melihat kondisi di lapangan saja, seperti apa, mengerjakan waduknya itu ada beberapa cara, kira-kira ada delapan eskavator yang bergerak terus," ucap dia.

Jokowi menjelaskan, masalah yang terjadi kemarin adalah karena warga merasa tanah yang mereka tinggali sudah menjadi hak milik. Ia mengatakan, pemprov berhasil menjelaskan status tanah yang ditempati warga merupakan lahan waduk, milik negara. Tanah ini harus segera dikeruk dan direlokasi sebagai antisipasi banjir di Jakarta.

Area Waduk Pluit awalnya memiliki luas 80 hektare. Namun, saat ini wilayahnya menyusut tersisa 60 hektare akibat banyaknya warga yang mendirikan bangunan secara ilegal.

Kedalaman waduk juga terkena imbas, saat ini hanya sekitar dua meter dari kedalaman ideal di atas lima meter.

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found