METRO

Alasan Pemkab Tangerang Kecolongan Kasus Perbudakan Buruh

Mereka mengklaim punya bukti pembayaran gaji bagi para buruh itu.

ddd
Selasa, 7 Mei 2013, 11:47
Buruh mengamuk di pabrik wajan Tangerang karena tak terima puluhan rekan mereka disekap dan diperbudak.
Buruh mengamuk di pabrik wajan Tangerang karena tak terima puluhan rekan mereka disekap dan diperbudak. (VIVAnews/Nur Avifah)
VIVAnews – Pemerintah Kabupaten Tangerang mengaku kecolongan atas terjadinya perbudakan buruh yang terjadi di CV Logam Mulia, pabrik pengolahan wajan yang tak mengantongi izin namun tetap beroperasi di wilayah pemerintahan Tangerang.

“Kami akui bahwa kami kecolongan. Ini karena keterbatasan tim kami dalam mengawasi perusahaan-perusahaan yang berada di wilayah Kabupaten Tangerang,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Iskandar Mirsya, Selasa 7 Mei 2013.

Menurutnya, ada sekitar 5.000 perusahaan yang tercatat resmi beroperasi di Tangerang. Itu belum termasuk yang nekat beroperasi meskipun tak punya izin resmi. “Sementara petugas Dinas Tenaga Kerja kami yang melakukan pengawasan hanya 15 orang. Jadi sangat tidak sebanding antara petugas kami yang minim dengan jumlah perusahaan yang ada,” kata Iskandar.

Pemkab Tangerang saat ini akan melakukan investigasi menyeluruh atas kasus perbudakan buruh di Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan, Tangerang itu. Aparat terkait seperti camat dan lurah setempat juga akan diperiksa guna mengetahui kenapa perusahaan yang menyekap puluhan buruh bisa sampai tidak diketahui warga sekitar.

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, berjanji untuk memberi sanksi seluruh aparaturnya yang terlibat perbudakan buruh tersebut. Ia juga akan melakukan evaluasi khusus terhadap instansi yang membawahi bidang ketenagakerjaan, di antaranya Dinas Tenaga Kerja serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkab Tangerang.

Sementara itu, keluarga Yuki, pemilik pabrik wajan yang kini menjadi tersangka, hari ini berencana untuk memberikan keterangan di Disnaker Tangerang. Mereka mengklaim punya bukti pembayaran gaji bagi para buruh itu. Sebelumnya, para buruh Yuki mengatakan mereka jarang diberi gaji, jarang diberi makan, kerap disiksa, dan diperlakukan tidak manusiawi.

Perbudakan buruk di pabrik wajan Yuki dibekingi aparat penegak hukum. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan ada dua orang aparat yang menjadi beking Yuki. “Satu anggota kepolisian, satu lagi anggota TNI. Inisialnya HS dan S. Mereka adalah teman tersangka,” kata Rikwanto.


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
preemption
07/05/2013
makanya jangan tidur mulu bos loe kan punya aparat mulai dari rt,rw ,lurah,camat ngapain aja kerjanya ?atau udah dapet pelicin?inget loe2 orang dibayar pake duit rakyat jadi lindungi rakyat dong
Balas   • Laporkan
dulkamid
07/05/2013
Bukti pembayaran gaji ditandatangani buruh, duitnya setor untuk pungli aparat dan birokrat. Klop!!
Balas   • Laporkan
aguspurnama | 07/05/2013 | Laporkan
Anda benar!!!


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id