METRO

VIDEO: Perbudakan Buruh Tangerang, Pemerintah Lalai

Ada kelalaian yang sangat fatal, kata Ketua Komnas HAM.

ddd
Senin, 6 Mei 2013, 12:22
Buruh pabrik yang diperlakukan tidak manusiawi.
Buruh pabrik yang diperlakukan tidak manusiawi. (Nur Avifah (Tangerang))
VIVAnews - Komnas HAM menilai praktik perbudakan buruh di Tangerang, Banten adalah wujud kelalaian pemerintah. Pemerintah Daerah seharusnya bisa mengawasi lingkungan sekitarnya, sehingga praktik perbudakan tidak terjadi.

"Ini kelalaian yang sangat fatal," kata Siti Nurlaila, Ketua Komnas HAM.

Ketua Komnas HAM menyatakan dalam kasus ini pemilik pabrik telah melanggar HAM. Yakni, hak atas kesejahteraan, hak terbebas dari penganiayaan, dan hak terbebas dari perbudakan.

Tonton selengkapnya di tautan video ini.

Pabrik yang memperlakukan buruh sewenang-wenang itu memproduksi wajan dan kuali. Letaknya di Kampung Bayur Opak RT 03/06, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang. Di pabrik ini, 34 buruh diperlakukan secara tidak manusiawi.

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengaku kesulitan mengawasi aktivitas pabrik ini. Sebab, tempat pabrik wajan itu tersembunyi dan aktivitasnya pun sengaja disamarkan. 

"Kejadian di Tanggerang ini, kami tidak bisa berkata apa-apa. Itu sadisme, premanisme dan segala apapun, kita semua bersama-sama harus memberantas itu," kata Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan (PPK) Kemnakertrans Muji Handaya. (umi)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
ycahyono3
06/05/2013
NEK WES KONANGAN ae , hukum seberat berat nya .. lah kemaren kemaren ngapain aja lho ..mentri bodo ,aparat e bodo ,rakyat e tambah ....b o d ooo
Balas   • Laporkan
sutantantina
06/05/2013
1. Kepekaan sosial masyarakat makin rendah 2. Ada Beking Oknum Aparat 3. Pemilik Pabrik punya sifat biadab seperti iblis 4. Aparat Pemerintah setempat pura-pura tidak tahu Hukum seberat-beratnya semua yang terlibat, terutama oknum yang membekingi.
Balas   • Laporkan
babi-ngepet
06/05/2013
biasa..cuci tangan kata ahir...tidak terdeteksi, kurang aparat, kemampuan rendah....
Balas   • Laporkan
maverik | 06/05/2013 | Laporkan
setuju, cuma bisa cuci tangan...


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id