METRO

Kemnakertrans: Pabrik Wajan Tangerang Tersembunyi

Kami tidak bisa apa-apa. Ini sadisme, premanisme.

ddd
Senin, 6 Mei 2013, 00:33
Seorang warga melihat alat produksi wajan yang di rumah produksi wajan di kawasan Lebak Wangi, Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (5/5.
Seorang warga melihat alat produksi wajan yang di rumah produksi wajan di kawasan Lebak Wangi, Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (5/5. (ANTARA/Lucky R)
VIVAnews - Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengakui kesulitan mengawasi aktivitas pabrik wajan di Kampung Bayur Opak RT 03/06, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang. Di pabrik ini, 34 buruh diperlakukan secara tidak manusiawi.

"Kejadian di Tanggerang ini, kami tidak bisa berkata apa-apa. Itu sadisme, premanisme dan segala apapun, kita semua bersama-sama harus memberantas itu," kata Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan (PPK) Kemnakertrans Muji Handaya, Minggu 5 Mei 2013.

Dia mengakui, tempat pabrik wajan itu tersebunyi dan aktivitasnya pun sengaja disamarkan. "Sehingga tidak bia diawasi. Artinya, memang unsur kriminalnya sangat tebal," kata Muji.

Dia menjamin pemilik pabrik akan dijerat dengan pasal berlapis mulai dai pidana umum, UU Ketenagakerjaan, hingga UU Perlindungan Anak. Muji pun menjabarkan 'dosa' pemilik pabrik yang kini sudah berstatus tersangka, mulai dari melanggar soal upah minimum, mempekerjakan anak pada bentuk pekerjaan terburuk, tidak mau memberikan jaminan sosial, tidak memberikan kesehatan dan keselamatan kerja. "Ini semua dilanggar," jelasnya.

Kemudian yang paling berat adalah menyekap dan menghilangkan kemerdekaa serta hak sipil, hak beribadah dari buruh yang dia pekerjakan. "Ini di pidana umum," jelasnya.

Buruh kembali sekolah
Sebagian dari buruh yang diselamatkan dari pabrik wajan Tangerang adalah anak-anak. Muji mengatakan, anak-anak itu akan ditarik dari dunia kerja dan dikembalikan ke sekolah.

"Kemnakertrans mempunyai Program Penarikan Pekerja Anak yang kemudian nanti akan kami salurkan kepada Jenis-jenis pekerjaan yang ringan," jelasnya.

Untuk pekerja-pekerja lain yang ingin mendapatkan pekerjaan lagi, Kemnakertrans juga berjanji akan menyalurkan mereka ke pekerjaan yang lebih layak. "Atau ada yang ingin ikut program transmigrasi, nanti akan saya laporkan kepada Menakertrans untuk dapat mendapatkan perhatian khusus, "katanya.

Dia pun menilai wajar jika publik marah dengan adanya kasus perbudakan buruh di Tangerang tersebut. "Ini perbuatan yang sangat bertentangan dengan usaha-usaha yang kita lakukan selama ini."


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
dulkamid
06/05/2013
Gak heran sengaja tidak keliatan. Tersembunyi dibalik amplop upeti dan setoran.
Balas   • Laporkan
buds001
06/05/2013
Yang jelas aparatur pemerintahan setempat harus ikut bertanggung jawab, apalagi lurah setempat konon katanya saudara pengusaha tersebut.
Balas   • Laporkan
blondot2012
06/05/2013
Kepedulian masyarakat sekitar sudah hilang, pejabat korup, premanisme dan masyarakat yang egois apatis itulah penyebabnya, masyarakat sedang sakit terkena imbas modernisasai.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com