METRO

Polisi Tangkap Lima Pelaku Perbudakan Buruh

Kepolisian tengah memeriksa dan mendalami kasus ini.

ddd
Sabtu, 4 Mei 2013, 21:13
Buruh pabrik yang diperlakukan tidak manusiawi.
Buruh pabrik yang diperlakukan tidak manusiawi. (Nur Avifah (Tangerang))
VIVAnews - Setelah menggerebek pabrik olahan limbah di kawasan Bayur, Tangerang, Polres Kota Tangerang telah menangkap beberapa pelaku perbudakan buruh. Ada pula pelaku yang tengah buron.

"Ada lima tersangka yang sudah kami tangkap. Dua orang lagi masuk daftar pencarian orang (DPO) dan kami tengah mengejar," kata Kapolres Tangerang Komisaris Besar Polisi Bambang Priyo Agodo dalam perbincangan dengan tvOne, Sabtu malam, 4 Mei 2013.

Mereka adalah YI, pemilik usaha dan empat mandor, yakni Sdm (34), Nrd (34), Jaya alias Mandor (41), dan TS (34).

Dia mengatakan kepolisian tengah memeriksa dan mendalami kasus ini. Kepolisian juga belum mengetahui motif penyiksaan puluhan buruh di Tangerang itu. "Kami belum menemukannya, dan kami akan mengembangkan motif penyiksaan ini," kata dia.

Sabtu siang Polres Kota Tangerang menggerebek sebuah pabrik olahan limbah di Kampung Bayur Opak, RT 03 RW 06, Lebak Wangi, Sepatan Timur, Tangerang, Banten. Di sana, mereka mendapatkan tempat usaha yang tidak memiliki izin. Yang ada hanya sebuah surat keterangan usaha dari Kecamatan Cikupa.

Ditemukan juga tempat istirahat buruh yang berukuran 8x6 meter yang tidak layak, yaitu hanya beralaskan tikar dan kamar itu gelap. Kamar ini dihuni puluhan pekerja.  Sementara itu, kamar mandi di sana terkesan jorok dan tidak terawat.

Penggerebekan tersebut berdasarkan laporan dua buruh pabrik itu yang berhasil kabur, yakni Andi Gunawan dan Junaedi, ke Polres Lampung Utara pada 28 April 2013. Mereka melaporkan adanya tindak perampasan kemerdekaan sekaligus penganiayaan terhadap puluhan buruh yang dipekerjakan YI di pabrik.

Kini kelima tersangka sekaligus barang bukti dan para korban masih diperiksa intensif di Polresta Tangerang. Kelima tersangka diancam Pasal 333 KUHP tentang merampas kemerdekaan orang lain dan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman delapan tahun penjara.


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
omradsky
05/05/2013
selidiki juga itu kapolsek,lurah,kades, itu di tangerang lho. bukan di pedalaman papua. masa nga tercium ato terendus. mustahil banget.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com