METRO

Jokowi: Protes Warga Pluit Ditunggangi Kepentingan Bisnis

"Ada pertarungan usaha besar, yang ribut-ribut itu bukan masyarakat."

ddd
Jum'at, 3 Mei 2013, 15:25

VIVAnews - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, menduga ada motif bisnis di balik terhambatnya proses relokasi warga di sekitar Waduk Pluit, Jakarta Utara. Jokowi mengaku tetap melakukan komunikasi dengan warga agar mau direlokasi.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menormalisasi Waduk Pluit guna mengatasi banjir yang selalu melanda kawasan itu.  "Ada pihak ketiga yang ikut masuk, karena di situ ada pertarungan usaha besar, yang ribut-ribut itu bukan masyarakat, ini kan ada kepentingan bisnis, sudah diklaim oleh usaha, kami mengertilah," kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Jumat 3 Mei 2013.

Ia mengatakan bahwa Pemprov DKI telah memberikan solusi kepada warga, yakni dengan memindahkannya ke Rusun Marunda dan Rusun Muarabaru. "Saya sampaikan ke warga bahwa waduk akan diperdalam, normalisasi, dan warga disiapkan rusun mau pindah ke Muarabaru atau Marunda," ucap dia.

Menurutnya, Waduk Pluit awalnya memiliki luas 80 hektar itu kini tak mampu menahan semua limpahan air saat hujan turun. Akhirnya air meluap merendam rumah warga.

Saat ini, waduk itu menyusut hingga tersisa 60 hektar akibat banyaknya warga yang mendirikan bangunan secara ilegal. Kedalaman waduk yang semula lima meter kini hanya tersisa sekitar dua meter.

Sebagian warga yang bermukim di Waduk Pluit tidak hanya menolak dipindahkan ke rusun, tetapi juga meminta ganti rugi terhadap lahan yang mereka tempati selama bertahun-tahun. Warga mengklaim lahan yang mereka tempati cukup lama itu adalah lahan miliknya. (adi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
tobings
06/05/2013
Rakyat jakarta (terutama yang menderita karena banjir) pasti mendukung anda Jokowi....gusur saja dengan lebih keras...sementara itu jalan keluar masuk ke daerah itu dijadikan jalan terlarang dan ditutup!!!!
Balas   • Laporkan
byu27
05/05/2013
Bila makin banyak PINDAH ke KOTA, maka semakin banyak DESA DITINGGAL, sehingga semakin sedikit lahan pertanian digarap, semakin SEDIKIT bahan MAKANAN, akhirnya harus IMPOR dan yang untung orang luar. Dan berlanjut hingga negara BANGKRUT.
Balas   • Laporkan
bodoamat
04/05/2013
gusur aja jangan takut sama Komnas HAM
Balas   • Laporkan
preemption
03/05/2013
hajar terus pak jokowi jangan takut tuhan bersama anda
Balas   • Laporkan
pdaja
03/05/2013
wadu enak juga kalo gitu lapangan kosong kita dudukin lalu jadi hak milik hadehhh gimana ceritanya itu......
Balas   • Laporkan
Kunroji Wijaya
03/05/2013
Maju terus pak, bagi yg ngga mau diatur gusur saja, bapak dah cukup bijaksana memindahkan mereka ke rusun.
Balas   • Laporkan
mgm11
03/05/2013
nah..ini dia budaya indonesia..malu maluin..tanah milik negara di anggep milik sendiri..sudah balik ke kampung halaman masing2 aja..bikin jakarta sumpek aja
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com