METRO

Demo HUT Kota Depok Berlangsung Ricuh

Massa mencoba masuk dan merobohkan pintu gerbang walikota.
Sabtu, 27 April 2013
Oleh : Eko PriliawitoZahrul Darmawan (Depok)
Ricuh saat unjuk rasa di depan kantor walikota Depok (27/042013)

VIVAnews - Ratusan orang yang menggelar aksi unjuk rasa pada peringatan hari jadi Kota Depok ke 14, Sabtu 27 April 2013, berusaha masuk halam kantor walikota Depok, di Jalan Margonda Raya, Depok, untuk menemui Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail.

Sejak pagi massa yang datang sambil mengusung keranda mayat memblokade jalan utama Margonda Raya depan kantor walikota untuk menghadang kedatangan Nur Mahmudi.

Massa yang kesal karena tidak dapat menemui walikota berusaha menerobos masuk dengan cara merobohkan pintu gerbang walikota. Kericuhan tidak dapat dihindari, beberapa dari pengunjuk rasa  terpaksa diamankan petugas lantaran dianggap sebagai provokator.
     
 "Saya bukan koruptor pak, kenapa saya diperlakukan seperti ini," kata salah satu pengunjuk rasa.

Massa memprotes masalah besarnya biaya rumah sakit, Jamkesda dan pendidikan yang dinilai tak memimihak warga miskin. Tak hanya itu, untuk melampiaskan aksi protes, massa juga membawa keranda mayat terbungkus kain hitam yang ditujukan untuk walikota.

Sementara itu, Walikot Depok, Nur Mahmudi Ismail, tidak mau memberi keterangan terkait aksi ujuk rasa ini. Saat akan ditemui wartawan setelah memimpin upacara peringatan HUT ke 14 Kota Depok, yang bersangkutan langsung pergi.

Selain itu, saat disinggung soal desakan Front Pembela Islam (FPI) terkait ancaman pembongkaran puluhan kafe dan warung remang-remang di Pondok Rangon, kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Nur Mahmudi juga memilih bungkam.
      
Tidak ada satupun jawaban keluar dari mulut  Nur Mahmudi. Ia langsung meninggal lokasi kegiatan dengan pengawalan sejumlah ajudannya. Nur Mahmudi masuk ke ruangannya. Sementara massa yang menggelar aksi makin tak terkendali. (sj)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found