METRO

DPRD: Alasan Ahok Stop Proyek Jalan Layang Tanah Abang Tak Berdasar

"Jangan karena ada kecurigaan, kepentingan rakyat terabaikan."

ddd
Senin, 22 April 2013, 17:57
Proyek infrastruktur untuk Jalan Layang Non Tol Kampung Melayu-Tanah Abang
Proyek infrastruktur untuk Jalan Layang Non Tol Kampung Melayu-Tanah Abang (VIVAnews/Fernando Randy)

VIVAnews - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama, hari ini meminta penghentian sementara pembangunan Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang. Penghentian berlangsung hingga audit Badan Pemeriksa Keuangan selesai.

Penghentian ini pun menuai kecaman dari DPRD. DPRD minta Pemprov DKI tetap menyelesaikan pembangunan jalan layang itu.

"Penghentian ini tidak mendasar. Jangan karena ada kecurigaan, kepentingan rakyat terabaikan. Lebih baik, pembangunan diselesaikan. Tanpa menunggu hasil audit BPK dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)," kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Sayogo Hendrosubroto, Senin 22 April 2013.

Sayogo mengatakan di satu sisi keputusan Ahok ada benarnya. Mungkin, dulu tender proyek ini tidak beres. Sempat ada pemotongan pada masa lalu dan Dinas Pekerjaan Umum diam saja. Tapi, kata dia, itu tidak bisa dijadikan alasan pengerjaan pembangunan yang diperkirakan tinggal 10 persen lagi rampung jadi ditunda.

"Audit anggaran BPK dan BPKP kan lama. Masa pekerjaan yang tinggal sekitar 10 persen harus menunggu lama.  Lebih baik selesaikan saja dulu. Baru dilakukan audit," ujar Sayogo.

Proyek Strategis

Menurut dia, untuk merampungan proyek ruas jalan layang ini dibutuhkan anggaran Rp101 miliar. "Kami siap menerima perubahan APBD dari pemda. Saya desak pemprov segera selesaikan pembangunan JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang," kata Sayogo.

Dia menganggap Jalan Layang Non Tol Kampung Melayu-Tanah Abang merupakan proyek strategis. Ruas jalan ini dalan desainnya disiapkan untuk memecah kemacetan di ruas Jalan KH Mas Mansyur dan Jalan Prof Dr Satrio.

Sayogo menyebut, dalam APBD DKI Jakarta 2013 tercantum beberapa proyek pembangunan jalan, yakni Pembangunan jalan layang paket KH Mas Mansyur sebesar Rp64 miliar, Paket Casablanca Rp2 miliar, Paket Jalan Prof Dr Satrio Rp21,5 miliar, anggaran pembangunan ramp on off barat Rp1,5 miliar dan ramp on off timur Rp12,5 miliar. (ren)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
petogogan
23/04/2013
Waduuuh bertentangan Dengan 9 Program Unggulan Pak Jokowi Nich Salah satunya "Mengurai Atau Mengurangi Kemacetan Di jakarta"....Weleh...Weleh....weleh....Jokowi=Yes=Pro Rakyat, Ahok=No=Tidak pro Rakyat...!
Balas   • Laporkan
adaluwarsa
23/04/2013
wah kalo emang mau dapat bagaian senengnya ga sabaran og
Balas   • Laporkan
hamzah.batubara
23/04/2013
Ada benarnya juga kata DPRD,, selesaikan dulu proyeknya, krn jika terkatung katung,, daerah situ akan terus mengalami kemacetan,,, mengenai audit bisa dilakukan sambil jalan dan atau setelah proyeknya selesai,, nanti kan juga tetap akan ketahuan dalangnya
Balas   • Laporkan
yenifajar | 23/04/2013 | Laporkan
klw di selesaikan dulu,, itu bisa bikin rancu proses audit ya say,,,
antibokis
23/04/2013
Jangan mentang2 itu suara dari anggota DPRD, dianggep salah semua. Sayogo Hendrosubroto itu dari partainya PakDe Jokowi lho. Hayo, Pak De nanti dijewer ama Mbok Mega kalo neko2.
Balas   • Laporkan
mr_paidjo
23/04/2013
Takut Ketauan, Uang Di Di Bagi Bagi ama si Kum1s.... Kayaknya yang protes bagiannya lumayan banyak wkwkwwkwkw...pasukan Nasi Bungkus siap siap nginep di prodeo
Balas   • Laporkan
tobings
23/04/2013
WOI...KALAU SUDAH SELESAI YAH SUSAH MEMERIKSANYA...AUDIT DULU KALAU ADA ANGGOTA DPRD YANG TERLIBAT PENYIMPANGAN LANGSUNG HUKUM GANTUNG...!!!
Balas   • Laporkan
ba_rata
23/04/2013
dprd panas dingin hahaha ketakutan korupsinya terbongkar.
Balas   • Laporkan
harsa
23/04/2013
bung ahok... dpr gak usah didenger. orang kerjaannya hambur duit rakyat. MULAI SEKARANG JANGAN PILIH ANGGOTA DPR!!! KALAU DUIT KALIAN MAU SELAMAT BUAT MEMBANGUN NEGARA!!!
Balas   • Laporkan
apa_aja
22/04/2013
si ahok emg kerja semau dia aja. paling banter di caci maki, kalau ada org yg ga setuju.
Balas   • Laporkan
yenifajar | 23/04/2013 | Laporkan
tiap orang punya gaya,,,, wajarlah caci maki orang bodoh yang cuman bisa komentar jelek tanpa memberi solusi yang lebih baik,,,, :)
bodoamat
22/04/2013
ada yg ketakutan nih yee..lanjut pak ahok...
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com