METRO

Cara Komplotan Pemerkosa Menjerat Siswi SMP

Ilham bertugas mencari korban melalui Facebook.

ddd
Senin, 8 April 2013, 17:40
Para pemerkosa siswi SMP
Para pemerkosa siswi SMP (VIVAnews/Taufik Rahadian)

VIVAnews - Komplotan pemerkosa ES, siswi SMP di Jakarta Timur yang baru berusia 13 tahun, menamakan diri mereka 'Geng Strawberi'. Ternyata, mereka menjalankan aksi laknat mereka dengan sangat terorganisir dan sistematis. Setiap anggota memiliki peran masing-masing.

IL atau Ilham, 21 tahun, misalnya, bertugas mencari korban melalui Facebook. Setelah korban masuk perangkap, dia kemudian menghubungi R atau Ryan, 17 tahun, sang pemimpin geng, yang kemudian akan mencari tempat aksi mereka.  

"R ini yang menyediakan tempat seperti kos-kosan atau rumah kontrakan. Awalnya, IL dulu yang mencari korban dengan berkenalan via Facebook. Setelah beberapa kali berkomunikasi, korban kemudian diajak ke rumah kontrakan R. Di situlah korban diperlakukan tak senonoh," kata Ketua Komisi Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait usai mendengar keterangan ES, Senin 8 April 2013.

Agar korban mau diajak jalan, kawanan ini lebih dulu mengimingi-imingi hadiah, antara lain berupa BlackBerry. Hal inilah yang menurut Arist jadi masalah utama karena komplotan ini mengeksploitasi kondisi korban yang memang sulit secara ekonomi.

"Korban ini anak yatim, ibunya bekerja sebagai staf tata usaha di sebuah sekolah dasar. Selain lemahnya pengawasan, ada faktor lain kenapa kasus ini terjadi, ya itu tadi, faktor ekonomi. Korban tertipu dengan hadiah berupa BlackBerry," ucapnya.

"Parahnya lagi, korban mereka bukan hanya ES. Menurut pengakuan ES, sebelum dia kakak kelasnya juga mengalami nasib serupa. Memang di geng itu banyak sekali gadis ABG berseliweran. Mereka merokok dan kerap berpesta miras," Arist menambahkan.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, ES diperkosa oleh 10 pemuda di sebuah rumah kontrakan di kawasan Condet, Jakarta Timur. Kasus itu bermula dari perkenalannya dengan IL di Facebook pada pertengahan Februari 2013 lalu.

Setelah beberapa kali berkomunikasi dan bertukar nomor telepon, awal Maret 2013 Ilham mengajak ES ke rumah kontrakan kawannya di wilayah Batu Ampar, Keramat Jati, Jakarta Timur. Sampai di sana, Ilham mengajak korban ke tempat gengnya berkumpul, yang lokasinya tak jauh dari kontrakan Ilham. Di sana, ES dikenalkan kepada teman-teman Ilham yang jumlahnya puluhan orang.

Di tempat itulah, ES diperkosa bergilir oleh Ilham, Ryan, dan tiga lainnya, setelah lebih dulu dicekoki minuman keras. Tak puas, komplotan ini bahkan mengurung ES di rumah kontrakan tersebut. Mereka menolak mengantarnya pulang dengan berbagai alasan.

Baru setelah hari ketiga, ES berhasil lolos setelah dia memohon-mohon diizinkan pulang karena khawatir orang tuanya mencari-cari dia.

Tak lama setelah orangtua ES melapor, polisi berhasil meringkus lima penjahat kelamin itu. Saat ini, kasus ini sedang disidik Polres Jakarta Timur. (kd)

 



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
zuhar
09/04/2013
La gimana sekarang aja banyak Oknum oknum guru aja berselingkuh ya otomatis akan berimbas pada muridnya. Mohon mendiknas khususnya pemerintah untuk memberikan hukuman pecat tak terhormat Oknum2 Guru yang bermain selingkuh atau poligami.
Balas   • Laporkan
nanak.alanwar
08/04/2013
KOPASUS mana....KOPASUS mana...
Balas   • Laporkan
pa_ul
08/04/2013
kasih ke gw aja... gw amputasi peler nye, mau gw kasih ayam gw
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com