METRO

Diperkosa 10 Pria, ABG Ini Terancam Dikeluarkan Sekolah

"Masalahnya apa? Pelaku pidana saja masih bisa sekolah."

ddd
Senin, 8 April 2013, 13:09
Demo perkosaan dan pelecehan seksual
Demo perkosaan dan pelecehan seksual (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews - ESR, (13) gadis ABG yang diperkosa 10 pria bermodus kenalan via Facebook kembali mendatangi kantor Komisi Perlindungan Anak (Komnas PA) di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin 8 April 2013.

Kedatangan ESR bersama ibunya kali ini untuk mengadu lantaran terancam tak dapat mengikuti ujian sekolah. "Tadi dia (ESR) dan ibunya mengadu ke kami. Katanya pihak sekolah tak mengizinkannya menggikuti ujian. Karena kasusnya itu, korban juga diminta untuk keluar dari sekolah dengan alasan perilakunya," kata Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait.

Arist menilai, apa yang dilakukan pihak sekolah terhadap korban sama sekali tidak mendasar. Terkait hal ini, ia berjanji akan berupaya melakukan mediasi dengan pihak sekolah. Dan jika itu tidak berhasil Aris mengancam untuk menempuh jalur hukum.

"Masalahnya apa? Dia (ESR) ini kan korban. Dia bukan pelaku pidana, lah yang pelaku pidana saja masih bisa mengikuti pendidikan. Saya berharap, pihak sekolah bisa memakluminya dan mau memberikan kesempatan untuk ikut ujian susulan," kata Arist.

Sementara itu, ESR yang ditemui usai melakukan pertemuan tertutup dengan Komnas PA tidak bersedia memberikan komentar. Ibunda ESR, SL hanya mengatakan dirinya menyerahkan kasus yang menimpa anaknya itu pada Komnas PA. "Aduh jangan ditanya-tanya ya mas. Kasihan anak saya, dia masih ingin sekolah. Kasusnya sudah saya serahkan ke Pak Arist, tanya saja sama beliau," ucapnya sambil bergegas masuk membawa anaknya masuk ke dalam taksi.

Sabtu lalu ESR sudah melaporkan kejadian yang menimpanya ke Komnas PA. ESR menjelaskan lembaran kelam dalam hidupnya itu berawal dari perkenalannya dengan seorang pemuda berinisial IM pada pertengahan Februari 2013 melalui jejaring sosial Facebook. Setelah beberapa kali berkomunikasi dan bertukar nomor telepon, awal Maret 2013, pelaku mengajak dia ke kontrakannya di wilayah Batu Ampar, Keramat Jati, Jakarta Timur.

Setelah sampai, IM mengajak korban ke tempat pelaku dan temannya berkumpul. Lokasinya tak jauh dari kontrakan IM. Di sana, ESR dikenalkan kepada teman-teman pelaku yang jumlahnya puluhan orang. Di sana saya diperlakukan tidak senonoh. Pelaku dan 10 temannya memaksa saya menenggak minuman keras dan menghisap rokok," ucap ESR.

Setelah itu ESR hilang kesadaran. Korban hanya ingat IM membawanya kembali ke kontrakan dengan sepeda motor. Esok harinya saat dia terbangun, korban merasakan sakit di bagian kelamin. "Kelamin saya sakit dan ngilu pas saya mau ke kamar mandi. Salah satu teman IM berkata jika saya habis 'dipakai' ramai-ramai semalam. Mendengar hal itu, saya langsung nangis," kata dia.

ESR langsung meminta diantarkan pulang ke rumah. Namun naas, IM bersama rekannya tetap menahannya tinggal di rumah kontrakan tersebut. Mereka menolak mengantarkan pulang dengan berbagai alasan. "Pada hari kedua, saya kembali dipaksa melayani nafsu bejat IM dan teman-temannya. Awalnya, saya sempat berontak, tapi kalah kuat dan kehabisan tenaga," ucapnya.
        
Memasuki hari ketiga, korban semakin gelisah karena terjebak di kamar kontrakan itu. Keinginannya keluar dari jeratan para pelaku kian tak terbendung. Meskipun di lain sisi, dirinya bingung bagaimana menjelaskan kejadian ini kepada ibunya.
       
Kebetulan korban bertemu seorang temannya di dekat kontrakan pelaku. "Teman saya bilang kalau ibu saya mencari-cari saya selama ini. Akhirnya saya diizinkan pulang, karena pelaku merasa tidak enak setelah mendengar saya dicari-cari oleh ibu," ucap dia.
        
Tiba di rumah sang ibu terkejut mendengar kejadian yang menimpa buah hatinya. Ibu korban kemudian melaporkan perbuatan para pelaku ke Polres Metro Jakarta Timur pada 6 Maret 2013. Kini, polisi telah menahan lima dari 10 pelaku perkosaan tersebut. Kasusnya saat ini sedang dalam pengembangan aparat Polres Jakarta Timur.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
onlinejaya.com
09/04/2013
di ekspos aja nama sekolahnya, biar kapok... kasihan tuh korban... gak punya perasaan banget c...
Balas   • Laporkan
wijayanti17
08/04/2013
kl d baca2 ceritanya dri kmrn,kyaknya ada ksempatan melarikan diri dech sblum d paksa minum n akhirny terjadi pemerkosaan,knp ga d lakukan ya,saking takutnya atau emg nich anak ga ngerti bahaya.
Balas   • Laporkan
gigimancung | 08/04/2013 | Laporkan
pinter sekali analisa elo??????smp eneg gw bacanya.............huexxxxx


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com