METRO

Kenal Lewat Facebook, 5 Pemerkosa Siswi SMP Dibekuk

Selain diperkosa, korban disekap para pelaku di Kawasan Condet.
Minggu, 7 April 2013
Oleh : Desy Afrianti, Siti Ruqoyah
Ilustrasi perkosaan

VIVAnews - Aparat Polres Metro Jakarta Timur menangkap lima dari sepuluh pelaku yang diduga pemerkosa ESR (13), siswi salah satu SMP di Jakarta Selatan. Korban kenal dengan salah satu pelaku melalui jejaring sosial Facebook.

Selain diperkosa, korban juga mengaku disekap oleh para pelaku di kawasan Condet, Jakarta Timur. "Iya betul sudah kami tangkap dan tahan, selengkapnya akan kami rilis besok pagi," ujar Kapolres Metro Jakarta Timur, Komisaris Besar Mulyadi Kaharni kepada VIVAnews, Minggu 7 April 2013.

Mulyadi engga menyebutkan inisial para pelaku yang sudah diamankan. Saat ini petugas masih memburu pelaku yang masih buron.

"Petugas sedang bekerja, nanti kalau sudah tertangkap  akan kami ungkap kepada masyarakat. Ini menunjukan keseriusan kami dalam bekerja, sebab untuk menyelesaikan kasus pemerkosaan itu tidak mudah. Tetapi kami berhasil menangkap pelakunya," ucap Mulyadi.

Kemarin ESR melaporkan kejadian yang menimpanya ke Komisi Nasional Perlindungan Anak. ESR menjelaskan lembaran kelam dalam hidupnya itu berawal dari perkenalannya dengan seorang pemuda berinisial IM pada pertengahan Februari 2013 melalui jejaring sosial Facebook.

Setelah beberapa kali berkomunikasi dan bertukar nomor telepon, awal Maret 2013, pelaku mengajak dia ke kontrakannya di wilayah Batu Ampar, Keramat Jati, Jakarta Timur.

Setelah sampai, IM mengajak korban ke tempat pelaku dan temannya berkumpul. Lokasinya tak jauh dari kontrakan IM. Di sana, ESR dikenalkan kepada teman-teman pelaku yang jumlahnya puluhan orang.

"Di sana saya diperlakukan tidak senonoh. Pelaku dan 10 temannya memaksa saya menenggak minuman keras dan menghisap rokok," ucap ESR.

Setelah itu ESR hilang kesadaran. Korban hanya ingat IM membawanya kembali ke kontrakan dengan sepeda motor. Esok harinya saat dia terbangun, korban merasakan sakit di bagian kelamin.

"Kelamin saya sakit dan ngilu pas saya mau ke kamar mandi. Salah satu teman IM berkata jika saya habis 'dipakai' ramai-ramai semalam. Mendengar hal itu, saya langsung nangis," ucap dia.

ESR langsung meminta diantarkan pulang ke rumah. Namun naas, IM bersama rekannya tetap menahannya tinggal di rumah kontrakan tersebut. Mereka menolak mengantarkan pulang dengan berbagai alasan, seperti tidak ada motor sebelum tengah malam.

"Pada hari kedua, saya kembali dipaksa melayani nafsu bejat IM dan teman-temannya. Awalnya, saya sempat berontak, tapi kalah kuat dan kehabisan tenaga," ucap dia.

Memasuki hari ketiga, korban semakin gelisah karena terjebak di kamar kontrakan itu. Keinginannya keluar dari jeratan para  pelaku kian tak terbendung. Meskipun di lain sisi, dirinya bingung bagaimana menjelaskan kejadian ini kepada ibunya.

Kebetulan korban bertemu seorang temannya di dekat kontrakan pelaku. "Teman saya bilang kalau ibu saya mencari-cari saya selama ini. Akhirnya saya diizinkan pulang, karena pelaku merasa tidak enak setelah mendengar saya dicari-cari oleh ibu," ucap dia.

Tiba di rumah sang ibu terkejut mendengar kejadian yang menimpa buah hatinya. Ibu korban kemudian melaporkan perbuatan para pelaku ke Polres Metro Jakarta Timur pada 6 Maret 2013. (sj)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found