METRO

Sudah 5 Calon Pembeli Menawar Ginjal Fahmi

Namun harga itu dianggap belum cukup untuk biaya pengobatan.

ddd
Rabu, 13 Maret 2013, 10:42
Rahmi Rahardiansyah
Rahmi Rahardiansyah (Nur Avifah/ Tangerang)

VIVAnews - Hingga kini, Fahmi Rahardiansyah, belum menemukan pembeli ginjalnya yang ia jual untuk membiayai pengobatan ayahnya. Warga Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten ini mengiklankan ginjalnya di sebuah situs jual beli dengan harga Rp50 juta.

Disampaikan Fahmi, sejak kemarin sudah ada lima orang yang menawar. Mereka menawar dengan kisaran harga Rp30-40 juta. Namun, harga itu dianggap Fahmi masih terlalu rendah dan belum cukup untuk membiayai pengobatan ayahnya.

"Ini semua untuk memenuhi kebutuhan orangtua saya untuk berobat jalan," katanya, Rabu, 13 Maret 2013.

Menurut Fahmi, kondisi Muhamad Dik Mahmudi, ayahnya, semakin parah sejak 10 bulan terakhir. Sakit darah tinggi yang menyerang hingga saraf telah diderita sang ayah sejak tiga tahun lalu.

Fahmi, anak tunggal pasangan Dik Mahmudi dan Ami itu mengiklankan ginjalnya di Kaskus tanpa sepengetahuan orangtuanya. Langkah nekat ini dia ambil lantaran tak tega melihat sakit ayahnya yang kian parah.

"Untuk biaya pengobatan saraf saja saya harus siapkan uang Rp2,5 juta sekali berobat," katanya.

Selama ini, untuk membayar pengobatan ayahnya, Fahmi yang baru bekerja di sebuah pabrik baja di Tangerang ini dibantu oleh ibunya yang menjadi kuli cuci pakaian.

Dengan kondisi mereka yang serba kekurangan begini, keluarga miskin ini berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang dan warga yang mampu dapat membantu meringankan beban berat mereka. (Laporan: Nur Avifah, Tangerang)

 



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
izu121
19/10/2013
fahmi saya boleh tau syapa yg mau bayar ginjal qm seharga 40 juta suruh hubungi sya ke no 085921101363 ..
Balas   • Laporkan
gilankdl
13/03/2013
Surga menanti mu gan
Balas   • Laporkan
joe_rayya
13/03/2013
Buat ngatasi masalah ini kuncinya adalah jaminan pendidikan buat generasi penerus. biar nantinya yang menjabat itu "intelek" gak kayak sekarang. kalau orang udah pada pinter, masalah kesehatan dan lainnya pasti "Solved"
Balas   • Laporkan
kris240381
13/03/2013
Dipersilahkan orang yg Dermawan dan baik, ikhlas atau tidak mereka butuh dana untuk pengobatan dan ini sudah berlangsung, pemerintah segera cermati utk kedepan (gak mungkinkan gak liat dan denger . . . .)
Balas   • Laporkan
ashabu_rayati_sud
13/03/2013
Ya, Pemerintah Daerahnya (Gubernur) dulu yg di tagih, Jgn dikit-dikit presiden dan menterinya lgs di caci maki, Buat apa ada otonomi daerah. Giliran dana cair lsg bilang otonomi daerah, giliran bencana, tragedi kemanusiaan tinggal tunjuk presiden
Balas   • Laporkan
chandroe
13/03/2013
mana janji pemerintah melindungi rakyat'a, mengayomi rakyat'a, sdh ada di UU pdhl, GILAAAAA,,, rakayat'a harus jual ginjal buat brobaaat! kata'a INA adlh negara kaya raya. apa bukti'a? Bangsa apa ini jd'a?
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com