METRO

Jumpa Pers, Siswi SMA 22 Korban Pelecehan Memaki Guru T

MA memaki guru T saat jumpa pers digelar di sekolah itu.

ddd
Jum'at, 1 Maret 2013, 16:04
MA siswi SMA 22 Utan Kayu, Jakarta Timur, yang menjadi korban tindakan asusila
MA siswi SMA 22 Utan Kayu, Jakarta Timur, yang menjadi korban tindakan asusila (tvOne)

VIVAnews - MA, siswi SMA 22, Utan Kayu, Jakarta Timur, yang menjadi korban pencabulan,  memaki guru berinisial T, saat jumpa pers digelar di sekolah itu, Jumat, 1 Maret 2013.

Siswi yang diduga menjadi korban tindakan bejat sang guru itu masuk ke ruang tempat jumpa pers digelar. Ia tidak bisa menahan emosi begitu guru T balik menuduhnya memiliki hubungan percintaan dengan guru lain berinisial Y. Guru T juga menjelaskan bahwa pelecehan yang dituduhkan kepada dirinya adalah fitnah.

"Dia memutarbalikan fakta. Pak T ini pandai sekali memutarbalikan kata. Belut aja kalah. Dia tidak mengaku, saya tidak terima dan saya justru dituduh pacaran dengan guru lain," kata MA sambil menangis saat dimintai keterangan oleh VIVAnews.

Mengenai pernyataan  T bahwa dirinya sedang difitnah, MA justru menjelaskan bahwa dia tahu persis dan masih mengingat secara detail peristiwa yang dialaminya.
 
"Saya berani sumpah saya diperlakukan seperti itu. Saya ingat rumah Pak T dan saya masih ingat kejadian itu. Pak T itu justru mengumpulkan murid-murid dan bilang kalau kejadian ini semua fitnah," katanya.

Karena Facebook

Kasus ini terbongkar lantaran status Facebook salah satu guru yang menulis ada kebohongan di SMA tersebut. Salah satu anggota komite sekolah yang menolak disebutkan namanya, menuturkan, ia dan anggota komite lain kemudian menelusurinya, dan terkuaklah kasus ini.

"Ternyata guru ini dapat informasi dari guru Bimbingan Karier, yang jadi tempat curhat MA," katanya.

Dari penelusurannya, pada November, MA melapor ke guru BK. Dan guru BK ini mempertemukan dengan kepala sekolah. "Tapi kepala sekolah bilang, kasus ini jangan diperpanjang karena MA sudah kelas tiga," ujar sumber itu.

Lalu atas inisiatif keluarga dan Komite sekolah, MA melaporkan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia. Tapi, karena alasan kriminal, KPAI menyarankan melapor ke Polda. "Besoknya, tanggal 9 Februari kami lapor ke Polda," katanya. "Kami juga didampingi guru BK."

Atas permintaan Polda, MA dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk visum dan pemeriksaan kejiwaan. Hasilnya, MA dinyatakan tidak berbohong.

Kasus ini menjadi ramai setelah Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mengunjungi MA di rumahnya, kemarin. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
chandroe
01/03/2013
kepala sekolah'a jg bejad, udh jelas salah ank buah'a bkn'a di perkarakan malah di sembunyiin... rusaaaagggg!!!!!
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com