METRO

Jokowi: Pencopotan Wali Kota Jaksel Hak Prerogatif Gubernur

Jokowi mengungkapkan bahwa setiap keputusan pasti memiliki alasan.

ddd
Jum'at, 22 Februari 2013, 22:09
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat meninjau rumah susun Tanah Tinggi
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat meninjau rumah susun Tanah Tinggi (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews - Keputusan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, mencopot Wali Kota Jakarta Selatan, Anas Effendi, mendapat penolakan. Forum Betawi Bersatu (FBB) melayangkan protes kepada Joko Widodo.

Namun, Jokowi tidak mau menanggapi, sebab itu merupakan kewenangannya sebagai gubernur.  "Sudah saya sampaikan, itu hak prerogatif gubernur, tolong dihargai," ujar Jokowi, Jumat, 22 Februari 2013.

Jokowi mengungkapkan bahwa setiap keputusan pasti memilik alasan. Tapi, dia tidak mau mengemukakan alasan itu kepada publik. "Ini menyangkut banyak hal, tentang penilaian dari masyarakat, entah itu prestasi, dan yang lainnya," ujarnya.

Saat ditanya tentang kinerja Anas Effendi, suami Iriana ini mengatakan pencopotan bukan karena alasan kinerja. "Saya tidak ngomong itu, itu ya rahasia dong. Kalau saya sampaikan berarti saya sangat terbuka. Semua itu kan menyangkut perorangan, kalau saya sih ndak apa-apa," ujarnya.

Jokowi menjelaskan bahwa pengganti Anas Effendi masih dalam proses, karena harus diajukan ke dewan. (art)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
ardianto.benny
23/02/2013
resiko bersih2 memang menimbulkan banyak musuh pak jokowi, tp tenang saja, selama itu demi kepentingan masyarakat, maju terus pak jokowi .........
Balas   • Laporkan
ntriandana
23/02/2013
harusnya dia positif thingking,siapa tau abis dicopot dari walikota diangkat jadi sekretaris daerah DKI :)
Balas   • Laporkan
wongdermayumelungomong
23/02/2013
FBB. kalian dibayar berapa? Hey orang betawi.. saya yakin kalian sudah bisa berfikir cerdas. OKE?
Balas   • Laporkan
muhamadsaugi.saugi | 25/02/2013 | Laporkan
FBB apaan mas? jangan bawa-2 orang Betawi ya..anda yg dtng ke Betawi ngapain?..
nded
23/02/2013
keliatan bnget pejabat di negara ini, menjadikan jabatan sbg Tuhan...jadi klo dicopot bingung, heboh, klo perlu bayar org utk demo...wkwkwkk mau kaya jgn jadi pejabat, jadilah pengusaha.
Balas   • Laporkan
omradsky
23/02/2013
ya jelas mereka ngamuk, dolo dari balaikota sama walikota ada setoran, sekarang kagak ada lagi kwkwkwkwk.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id