METRO

Anton Medan: Ada Desakan Proses Hukum Farhat Dilanjutkan

"Saya pribadi maaafkan tapi hukum tetap diproses."

ddd
Senin, 28 Januari 2013, 13:15
Anton Medan saat sesi wawancara dengan VIVAnews.com di halaman Masjid Tan Kok liong
Anton Medan saat sesi wawancara dengan VIVAnews.com di halaman Masjid Tan Kok liong (VIVAnews/Muhamad Solihin)

VIVAnews - Anton Medan, secara pribadi mengaku telah memaafkan Farhat Abbas terkait kicauannya di twitter yang dianggap menghina orang Tionghoa dengan kata-kata 'Cina'.

Tapi, Anton tetap melanjutkan proses hukum terkait kasus tersebut. "Saya pribadi maaafkan tapi hukum tetap diproses, karena ini bukan kemauan saya pribadi," kata Anton di Mapolda Metro Jaya, Senin, 28 Januari 2012.

Menurut dia, ada desakan dari pengurus Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia wilayah dan daerah agar kasus yang dianggap menghina orang Tionghoa tetap dilanjutkan ke ranah hukum.

Pagi tadi Anton Medan, menjalani pemeriksaan pertama sebagai saksi. Pengacara Anton Medan, Gatot Goei, mengatakan kliennya dicecar sekitar sembilan pertanyaan terkait pelaporan kicauan Farhat. "BAP awal kira-kira 9 pertanyaan," kata Gatot.

Dia menjelaskan, pemeriksaan pertama Anton Medan berkaitan dengan bunyi twitter Farhat yang dianggapnya bisa menebar perpecahan dan mengakibatkan kerugian moril dan materil. "Penyataan Farhat bisa menebar kebencian yang akan menimbulkan konflik," ucap Gatot

Pada 9 Januari 2013 lalu, Farhat Abbas melalui akun twitternya berkicau "Ahok sana sini protes plat pribadi B 2 DKI dijual polisi ke orang umum katanya! Dasar Ahok plat aja diributin! Apapun platnya tetap Cina!"

Persatuan Islam Tionghoa Indonesia yang diketuai Anton Medan melaporkan kicauan Farhat itu ke Polda Metro Jaya pada 10 Januari 2013. Laporan Anton Medan dimasukkan dalam pasal 28 ayat (2) juncto pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). (adi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
Angel
18/06/2013
Ucapan itu adalah sesuatu yang juga perlu ditanggungjawabkan. Ucapan Farhat jelas sudah menghina, dan hinaan itu dirasakan semua Indonesia yang ber etnis Tionghoa. Sedari lahir, kami mengakui bernegara, berbangsa dan berbahasa Indonesia, tapi seorang Far
Balas   • Laporkan
lamto
28/01/2013
Kalo jadi ustadz/ulama itu harus byk sabar pak..., byk memaafkan..., hrs bijak..., jgn emosional... maaf pak anton.., kurang pantes...
Balas   • Laporkan
wede.wede
28/01/2013
Tenang Om Anton.........Saya Mendukung Anda..... Walau Sebenarnya Buang" Waktu Ladenin Orang Kyk Farhat.....
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id