METRO

Sekolah Roboh, DKI Panggil Kepala Dinas Pendidikan

Runtuhnya atap sekolah seharusnya tidak terjadi di DKI Jakarta.

ddd
Kamis, 8 November 2012, 12:39
SDN 03 Rawamangun ambruk
SDN 03 Rawamangun ambruk (VIVAnews/Fernando Randy)

VIVAnews - Dunia pendidikan DKI Jakarta kembali dirundung masalah. Pada Selasa malam lalu, atap SDN Rawamangun 03 Pagi di Jalan H Ten, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur, runtuh.

Peristiwa ini bukan yang pertama kali terjadi di Ibukota. Bahkan, pada beberapa kejadian sebelumnya, peserta didik turut menjadi korban.

Terkait masalah ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, akan memanggil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

"Saya akan panggil dinas terkait beserta jajarannya. Kenapa atap sekolah bisa runtuh, siapa pengembangnya, dan semua yang terkait terhadap musibah tersebut," ujar Basuki di Balaikota DKI Jakarta, Kamis, 8 November 2012.

Menurut Ahok, runtuhnya atap sekolah seharusnya tidak terjadi di DKI Jakarta. Sebab, anggaran Dinas Pendidikan DKI merupakan salah satu yang terbesar menyedot APBD. Ia menjamin hasil investigasi dan pemanggilan dinas terkait akan dipublikasikan kepada semua pihak. "Semuanya tidak akan ditutup-tutupi supaya tidak terulang kembali," katanya.

Gubernur DKI, Joko Widodo, akan meninjau lokasi runtuhnya atap sekolah di Rawamangun usai menghadiri pertemuan di gedung DPR/MPR. Jokowi mengaku belum ada laporan terkait peristiwa tersebut kepada dirinya. "Terus terang saya belum tahu, baru tahu ini, belum ada laporan juga, nanti saya cek lah. Nanti saya akan kesana. Langsung, setelah dari MPR langsung kesana," tuturnya.

Menurut data yang diterima Jokowi, banyak gedung sekolah di Jakarta yang mengalami kerusakan. Karena itu ia akan meninjaunya langsung ke lapangan untuk mencari kebenaran dan solusinya. "Memang masih banyak gedung-gedung yang rusak berat dan rusak ringan, datanya ada. Kalau gedung sekolah itu baru direnovasi berarti yang tidak benar kontraktornya. Ya bisa saja kan pengerjaannya oleh kontraktor atau swakelola," katanya.

Seperti diketahui, SDN Rawamangun 03 Pagi di Jalan H Ten, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur, ambruk pada Selasa malam saat tengah direhab total oleh Sudin Pendidikan Dasar (Dikdas) setempat. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Sudin Dikdas Jakarta Timur pun memastikan segera mejatuhi sanksi blacklist terhadap pemborong yang menggarap proyek tersebut.

Bangunan sekolah tersebut tengah dalam perbaikan sejak satu bulan lalu. Karena itu, kegiatan belajar mengajar (KBM) siswanya untuk sementara menumpang di SMPN 74 Rawamangun. Sayangnya, pihak pemborong tidak memasang papan proyek sebagaimana mestinya. Kepala Sudin Dikdas Jakarta Timur, Nasrudin, menduga penyebab ambruknya atap bangunan karena adanya ring block yang rapuh.

Diduga balok tersebut merupakan material bekas yang belum diganti. Adapun anggaran rehab gedung sekolah tersebut menelan biaya hinggaRp1,2 miliar yang berasal dari APBD DKI 2012.

Kasus ambruknya gedung sekolah di Jakarta Timur ini merupakan kali kedua sepanjang tahun 2012. Ketika ambruk, warga yang bermukim di Jalan H Ten IV, RT 06 RW 03, Rawamangun, mengaku mendengar suara gemuruh. Waktu kejadian, sebagian warga tengah terlelap tidur. (sj)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
abdeeas
08/11/2012
di Jakarta saja bisa seperti ini apalagi yang didaerah sana...
Balas   • Laporkan
tola-tole
08/11/2012
ya begitulah...
Balas   • Laporkan
maafdewa
08/11/2012
Sistem kita harus dirubah disaat ada pembangunan sekolah jika hanya mengandalkan pihak sekolah & dinas pendidikan akan sia-sia karena mereka tidak ahli bangunan. Harus kerjasama sama universitas fakultas teknik sipil dan PU cipta karya, sebagai Pengawas.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com