METRO

Siapa Pemilik Buddha Bar

Sejumlah anak pejabat diduga turut memiliki saham Buddha Bar.

ddd
Kamis, 5 Maret 2009, 12:25
Cafe Buddha Bar
Cafe Buddha Bar (Situs resmi Buddha Bar)

VIVAnews - Raymond Visan asal Paris pada tahun 1996-lah yang pertama kali mendirikan Buddha Bar. Sejak itu, Buddha Bar menjadi salah satu tempat yang direkomendasikan untuk dikunjungi.

Itulah tulisan pembuka dalam situs resmi Buddha Bar, Kamis, 5 Maret 2009. Ketika pertama kali diklik, welcome page situs ini bergambar patung Buddha berwarna kuning keemasan.

Buddha Bar merupakan usaha waralaba George V Restauration yang berpusat di Prancis. Di Jakarta, lisensinya dipegang PT Nireta Vista Creative.

Sejumlah anak pejabat tanah air diduga turut memiliki saham Buddha Bar. Salah satunya adalah Reni Sutiyoso, putri mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso.

Namun, hal itu dibantah sang bunda, Rini Sutiyoso. "Dia (Reni) bukan pemiliknya. Dia hanya PR (public realation atau humas) saja," kata Rini Sutiyoso kepada wartawan kemarin, Rabu 4 Maret 2009. "Di akta (usaha) juga nggak namanya kok."

Bar mewah yang banyak memajang patung Buddha itu juga ada di sejumlah kota besar dunia seperti Dubai, Kiev, Dublin, London, Kairo, Beirut, Sao Paulo, dan New York.

Belum genap setahun Buddha Bar beroperasi di Jakarta, bar mewah itu mendapat kecaman dari sejumlah komunitas Buddha. Bar itu dianggap melecehkan umat Buddha. Pemilik dituntut untuk mengganti nama dagang dan melepas atribut Buddha dari tempat hiburan malam itu.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
Putra
02/08/2010
Jgn tanggung2 sekalian protes negara2 yang mengunakan nama Buddha Bar, seperti di sejumlah kota besar dunia seperti Dubai, Kiev, Dublin, London, Kairo, Beirut, Sao Paulo, dan New York.
Balas   • Laporkan
Rusli/Lim Hong Kiong
24/07/2010
Klau.....Agama lain/Bgs lain membuat penyataan kpd Agamanya....maka akan terjadi bencana, ttpi klau...melecehkan Agama org lain..tenang-tenang saja, ini contoh...manusia yg tdk bermoralitas....secara Logika kita berpendidikan dan dilahirkan dlm kondisi sg
Balas   • Laporkan
Rusli/Lim Hong Kiong
24/07/2010
Klau.....Agama lain/Bgs lain membuat penyataan kpd Agamanya....maka akan terjadi bencana, ttpi klau...melecehkan Agama org lain..tenang-tenang saja, ini contoh...manusia yg tdk bermoralitas....secara Logika kita berpendidikan dan dilahirkan dlm kondisi sg
Balas   • Laporkan
Yama
30/03/2010
Makanya kalau sudah menyadari bakal di kecam jangan pake konsep coba-coba, siapa tahu umat yang merasa dilecehkan itu diam besok waralabanya jadi "Buddhano--> Buddha Casino"...Setuju sama Vana...hebat juga orang tua sang PR bisa buka akta usaha... Mohon p
Balas   • Laporkan
Vana
17/03/2009
"Dia (Reni) bukan pemiliknya. Dia hanya PR (public realation atau humas) saja," kata Rini Sutiyoso kepada wartawan kemarin, Rabu 4 Maret 2009. "Di akta (usaha) juga nggak namanya kok." Kok Bu Rini bisa lihat akta perusahaan tempat anaknya bekerja sih..??
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id