METRO

Jokowi Gelar Rapat Terbuka Soal Penyelamatan Aset DKI

Rapat juga digelar untuk membicarkan keterbukaan pengelolaan anggaran.

ddd
Selasa, 23 Oktober 2012, 16:43
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo.
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. (VIVAnews/Fernando Randy)

VIVAnews - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar rapat kerja bersama Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Balai Agung, Balaikota DKI Jakarta, Selasa, 23 Oktober 2012. Rapat itu membahas mengenai penyelamatan aset Pemprov DKI Jakarta dan keterbukaan pengelolaan anggaran.

Dalam kesempatan itu, Anggota Komite IV DPD DPR, AM Fatwa, sempat memuji Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, karena telah menjalankan jabatan barunya dengan baik. Membuka setiap akses informasi yang ada dalam pemerintahan.

"Selama ini rupanya tertutup. Dan ini saya kira baru kali ini dilakukan rapat kerja secara terbuka, rekan-rekan wartawan jadi saksi, mencatat apa yang disampaikan kepada masyarakat," kata AM Fatwa.

Dengan kebijakan keterbukaan informasi tersebut, masyarakat akan merasa lebih terlayani. Selain itu, masyarakat dapat dengan mudah melakukan kontrol terhadap birokrasi. "Masyarakat juga merasa legowo, rapat ini disaksikan masyarakat," ujarnya.

Fatwa, rapat kerja kedua lembaga pemerintahan ini akan digelar secara rutin dan berada dalam agenda kerja DPD RI. Beberapa masalah disampaikan DPD kepada gubernur.

Rapat ini diharapkan dapat menjadi catatan dan perhatian untuk perbaikan kinerja Pemprov DKI Jakarta. Fatwa juga mengapresiasi pola kerja Jokowi yang turun langsung ke lapangan, sesuai dengan janjinya. "Sungguh kami berikan apresiasi. Langkahnya diikuti dengan keputusan bukan dengan pidato, tapi dengan tindakan," katanya.

Setelah rapat, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, memastikan untuk terus melakukan perbaikan-perbaikan pada sejumlah masalah ibukota. Ia merasa beruntung dengan rapat kerja ini. Banyak masukan yang bisa dijadikan bahan kerja dan untuk segera dieksekusi di lapangan.

"Pokoknya yang kurang baik diperbaiki, yang belum beres diberesi dan yang belum lurus dilurusi. Banyak masukan yang sangat bagus. Banyak hal yang kemarin saya belum tahu, jadi tahu," kata mantan Walikota Solo itu.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
anarkhi_diri
24/10/2012
harusnya memang pemimpin yg dipilih rakyat kalo rapat itu harusnya terbuka gak tertutup biar rakyat tahu yg dibahas itu apa
Balas   • Laporkan
tumari
23/10/2012
Jadi Pemimpin itu harus begitu, jangan hanya duduk ongkang di kantor menunggu rejeki datang.
Balas   • Laporkan
ayunade
23/10/2012
SAPA YANG SETUJU PAK JOKOWI JADI PRESIDENT. SAYA AKAN DENGAN BANGGA MEMILIH BELIAU. JUJUR 2x PEMILIHAN SAYA TIDAK IKUT PEMILIHAN KARENA KECEWA BERAT. BARU KALI INI ADA PEMIMPIN SEPERTI INI...
Balas   • Laporkan
dezoel | 24/10/2012 | Laporkan
saya sangat mendukung sekali beliau menjadi presiden RI, tetapi jangan menyalonkan di thn 2014 selesaikan dlu amanat masyarakat DKI samapi selesai jabatan nya. baru pd pilpres thn 2019 beliau nyalonkan jd capres.
erond | 24/10/2012 | Laporkan
kurang setuju, jenjang karir jokowi itu sudah bagus, walikota-gubernur-menteri (mungkin)-wapres-presiden, klo tdk melewati proses ini mungkin akan berat
adihidayat | 24/10/2012 | Laporkan
kalau saya sih jelas tidak setuju. sebab dia harus menyelesaikan amanat yang dia emban sampai 5 tahun mendatang. kalau pindah lagi nanti dianggap kutu loncat. alangkah baiknya kalau bersabar dan menunggu 2019 atau langkah baiknya kalau beliau 10 tahun dl
anticorrupt
23/10/2012
JADI SELAMA INI FOKEMON WAKTU MENJABAT JD GUBERNUR SELALU MELAKUKAN RAPAT TERTUTUP YA.... PANTAS SAJA APBD DKI JKT BERDASARKAN INFO DARI PPATK MENGUAP SAMPAI 50%... KPK HRS PERIKSA FOKE SEGERA
Balas   • Laporkan
crazyowl | 24/10/2012 | Laporkan
Setuju dengan komentar ini..


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com