METRO

Polisi Bidik Juru Foto Bugil dengan Pasal Perdagangan Anak

Si juru foto juga diancam pasal lain dengan tuduhan melarikan anak.

ddd
Kamis, 11 Oktober 2012, 10:28
Demo perkosaan dan pelecehan seksual
Demo perkosaan dan pelecehan seksual (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews - Kepolisian Sektor Penjaringan, Jakarta Utara, akan mempertimbangkan masukan Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) agar Brian Harry alias Michael, pelaku foto bugil terhadap siswi SMA, juga dikenakan pasal perdagangan anak dan pelanggaran UU Perlindungan Anak.

"Kami sudah terima surat dari Komnas Perlindungan Anak. Segala masukan akan kami terima, tapi ensensi penyidikan tetap ada di polisi. Unsur pasal lain akan tetap didalami dan kami mengacu pada aturan hukum yang ada," kata Kapolsek Penjaringan, AKBP Aries Syahbudin, Kamis, 11 Oktober 2012.

Sementara ini, polisi memang baru menjerat tersangka dengan Pasal 332 ayat 1e KUHP, dengan tuduhan melarikan anak gadis orang lain dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Brian Harry alias Michael, yang mengaku sebagai fotografer profesional juga menyimpan banyak foto wanita muda tanpa busana di dalam laptop yang disita polisi.

Namun sejauh ini, Polsek Penjaringan masih fokus mendalami kasus yang menimpa SS, siswi SMA yang menjadi korban Michael.

"Saya belum lihat, tapi penyidik pasti akan mendalami. Bisa saja ada korban-korban sebelumnya. Tapi kami fokus dulu kepada korban," kata Aries Syahbudin, Kamis, 11 Oktober 2012.

Kepada penyidik, Michael mengaku sebagai fotografer untuk pernikahan dan telah lima tahun menggeluti bidang fotografi yang sudah lama menjadi hobinya.

Menurutnya, SS ingin jadi model dan bersedia difoto tanpa busana. Pengakuannya pose telanjang itu tanpa paksaan.

"Korban masih perlu pendampingan. Kalau diperlukan konseling akan dilakukan. Karena itu belum bisa diminta keterangan lebih banyak," kata Aries Syahbudin

Sementara itu, Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komas PA), Arist Merdeka Sirait, menduga kalau tersangka merupakan eksekutor dari sindikat perdagangan anak. Karena itu, penerapan pasal-pasal perdagangan anak dan dugaan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Anak perlu dilakukan. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
dedi_wae
11/10/2012
Ini negara berideologi PANCASILA, apapun alasannya, pornografi & eksplorasi si korban, tdk dibenarkan.. walaupun awalnya suka-sama suka, tp bila menjadi perdagangan/eksplorasi diujungnya, ini yg menjd mslh serius, yg hrs ditumpas tanpa ampun.
Balas   • Laporkan
jzikr
11/10/2012
bukankah "foto bugil" bagi kaum liberal merupakan ekspresi seni & kebebasan..lalu kenapa hrs dilaporka polisi kl mreka lakukan atas dsr suka sama suka...?? *&^%)(@#!$%
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id