METRO

Polisi: Darah di Baju Alawy dan Arit FR Cocok

Beberapa saksi di lokasi kejadian menyatakan, arit tersebut milik FR.
Jum'at, 28 September 2012
Oleh : Ita Lismawati F. Malau, Siti Ruqoyah
FR, tersangka penusukan siswa SMA 6 didampingi pengacaranya

VIVAnews - Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan telah memeriksa tersangka FR, siswa SMAN 70 Jakarta Selatan yang diduga membunuh Alawy Yusianto Putra, Senin, 24 September lalu. Selain itu, polisi juga mengantongi hasil tes laboratorium forensik mengenai darah korban.

"Secara scientific crime, barang bukti darah di baju dan handuk korban itu identik dengan darah yang ada di arit yang digunakan oleh pelaku untuk menusuk korban," jelas Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Hermawan, Jumat, 28 September 2012.

Hermawan menambahkan, beberapa saksi di lokasi kejadian juga menyatakan bahwa arit tersebut memang milik tersangka dan digunakan pelaku saat peristiwa penyerangan terhadap sejumlah siswa SMAN 6 Jakarta. Bahkan, FR pun mengakui hal ini.

Arit tersebut, lanjut Hermawan, ditemukan di lokasi kejadian. Saat Alawy sudah terkapar setelah ditusuk tersangka, seorang guru dari SMAN 6 berusaha menangkap tersangka, tetapi berhasil kabur.

Barang buktinya berupa arit jatuh saat FR kabur. Seorang guru sempat menendang arit tersebut, lalu ditemukan satpam di gerai Seven Eleven. "Kemudian diambil satpam sevel (Seven Eleven) dan diberikan kepada guru SMA 70. Jadi, jelas alur barang bukti itu. Saat ini tersangka masih dalam pemeriksaan lebih lanjut," jelas Hermawan.

Seperti diketahui, FR, 19, berhasil diamankan petugas yang dipimpin oleh Kapolsek Metro Kebayoran Baru, Ajun Komisaris Besar Adex Yusdiwan di salah satu kamar kos di Ring Road Selatan, Condong Catur, Yogyakarta. Rencananya FR akan berpergian ke tempat yang lebih jauh dari daerah tersebut. FR juga diketahui pergi dengan dua orang lainnya dari Jakarta menggunakan bus.

Polisi menetapkan FR sebagai tersangka dan dikenakan Pasal 338, 351, 170 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. FR dinilai sudah bukan anak-anak, sehingga bisa diterapkan pasal pembunuhan.

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found