METRO

Sejarawan: Ali Sadikin Sudah Selesai, Kini Jokowi

Ali Sadikin ke kantor pagi-pagi, gelar coffee morning, undang tokoh.

ddd
Sabtu, 22 September 2012, 14:39
Jokowi didampingi Ketua Tim Sukses Boy Sadikin, putra Ali Sadikin
Jokowi didampingi Ketua Tim Sukses Boy Sadikin, putra Ali Sadikin (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews - Sejarawan JJ Rizal menilai, tidak perlu membanding-bandingkan Kota Solo dengan Jakarta. Sebab, selain kotanya lebih kecil, permasalahan Solo juga tidak sekompleks dan bervariasi seperti Jakarta.

"Dan harus diingat, ada hal-hal yang dimiliki Jakarta, melebihi kota-kota lainnya," kata Rizal usai diskusi polemik "Belajar dari Pemilukada Jakarta" di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu 22 September 2012.

Salah satu hal yang dimiliki Jakarta, tapi tidak dimiliki kota lainnya adalah mesin birokrasi. Dari segi sumber daya manusia (SDM), birokrasi Jakarta memiliki kemampuan dan intelektualitas lebih. Karena itu, wajar jika birokrasi Jakarta seharusnya bisa menjadi yang terbaik.

"Tapi, birokrasi Jakarta sudah seperti 'mandor kawat', kerja kendor korupsi kuat. Itu yang harus diperbaiki," kata Rizal menanggapi problem-problem Jakarta yang harus dihadapi Jokowi-Ahok jika benar-benar terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

Hal lainnya yang dimiliki Jakarta adalah kemampuan uang yang besar. Namun, dengan kemampuan uang yang besar itu, Jakarta seolah masih krisis. "Apalagi, kalau dilakukan hematisasi, itu bisa menyelamatkan krisis," kata dia.

Rizal yang juga alumni Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, ini juga memaparkan hal lain yang dimiliki Jakarta, yakni tempat berkumpulnya orang-orang pintar. Karena itu, Jokowi-Ahok harus bisa memanfaatkan hal itu guna membangun kota yang bernama purba Sunda Kalapa ini.

"Orang-orang pintar nongkrongnya dan kumpulnya di sini. Mereka bisa menularkan ide dan memperkaya rencana, sehingga bisa dijadikan sebagai partner. Jangan sampai Jokowi merasa jalan sendiri seperti gubernur yang lalu," kata dia.

Untuk itu, Rizal menyarankan agar Jokowi meniru kinerja mantan Gubernur Jakarta, Ali Sadikin. "Tirulah Ali Sadikin. Bangun pagi-pagi, sampai kantor juga pagi-pagi. Buka coffee morning. Undang orang-orang yang punya ide dan pemikiran baik tentang Jakarta," kata dia.

"Bedanya, kalau Bang Ali Sadikin sudah selesai lembaran sejarahnya, Jokowi ini baru memulai. Bisa tidak Jokowi melakukan itu. Kalau itu memang baik dan membawa kemaslahatan lebih banyak dari mudaratnya untuk Jakarta, lakukan," ujar Rizal.

Masa Tiga Bulan

Rizal mengatakan, jika Joko Widodo-Basuki T Purnama (Jokowi-Ahok) benar-benar terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, mereka harus langsung bekerja keras. Terutama dalam masa tiga bulan ke depan.

Menurut Rizal, Jokowi-Ahok yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Gerindra itu harus mendengarkan apa yang menjadi keluhan serta aspirasi masyarakat Jakarta. "Karena semua persoalan Jakarta sudah sangat kritis dan mendesak. Macet, banjir, krisis penggunaan air tanah, kemiskinan. Itu sudah sangat urgent," kata Rizal.

Karena itu, di mata Rizal, jabatan gubernur sejatinya tidak ubahnya sebagai "jongos". Gubernur dan jajaran Pemerintah Provinsinya harus melayani masyarakat sebagai "tuan" yang sesungguhnya. Masyarakat pun berhak mengukur sejauh mana perkembangan yang sudah dilakukan oleh gubernur dan jajarannya itu dalam kurun waktu tertentu.

"Kalau satu tahun tidak terlihat, kita sebagai warga boleh mengomel dan mengancam untuk mengganti 'pembantu'," kata Rizal.

Untuk itulah, Rizal menilai, inilah batu ujian bagi Jokowi-Ahok untuk bersikap independen. Artinya, mereka tidak mendua ke partai politik. Amanat yang diberikan masyarakat Jakarta adalah Jokowi-Ahok mampu tampil dan menjadi pembawa suara masyarakat Jakarta. "Bukan partai," kata dia.

Rizal menilai, Jokowi-Ahok harus pandai-pandai mendengarkan suara masyarakat, khususnya untuk tiga bulan ke depan. Apalagi, selama Pilkada berlangsung, kemauan mendengar aspirasi masyarakat, khususnya kaum bawah, menjadi kelebihan pasangan "kemeja kotak-kotak" bernomor urut tiga itu.

"Itu kan salah satu kunci keberhasilan Jokowi-Ahok. Kalau mereka mengidentifikasikan diri sebagai semut, artinya mereka orang pekerja keras," tuturnya. "Itu modal yang kuat. Karena konsep perbaikan di Jakarta ini sudah ada sebenarnya, tapi belum ada kemauan untuk mendengar dan mengerjakan itu dari gubernur yang lalu," kata dia. (art)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
starlight99
24/09/2012
ialah apa lg terkontaminasi partai kotor/bisa ikut kotor,
Balas   • Laporkan
ariefnid2001
23/09/2012
KUNCI LAINNYA: jabatan PRESIDEN sejatinya tidak ubahnya sebagai "jongos". PRESIDEN dan jajaran Pemerintah Pusatnya harus melayani masyarakat sebagai "tuan" yang sesungguhnya.JADI BUKAN MALAH MENAIKKAN GAJI SEMENTARA HASIL KERJANYA BELUM JELAS..
Balas   • Laporkan
ariefnid2001
23/09/2012
INI KUNCINYA: Karena itu, di mata Rizal, jabatan gubernur sejatinya tidak ubahnya sebagai "jongos". Gubernur dan jajaran Pemerintah Provinsinya harus melayani masyarakat sebagai "tuan" yang sesungguhnya.
Balas   • Laporkan
lamunkar
22/09/2012
SELAMAT.............. pesan saya : jangan mau dikendalikan partai manapun
Balas   • Laporkan
paijo78
22/09/2012
kalau gue JOKOWI you yang pertama gue angkat jadi ketua team PENASEHAT ane,mantabs bang rizal....
Balas   • Laporkan
arif07
22/09/2012
waaah mantaaap ini kalau sampai Jokowi bisa membuat perubahan sebgaimana yg pernah dilakukan oleh Ali Sadikin, akan sangat dikenang oleh bangsa ini..
Balas   • Laporkan
yayak94
22/09/2012
Mudahnya memuji2 Buktikan dulu janji2 kampanye. Sadikin dulu pakai duit hasil judi. Bandar & Cukong yg jadi sponsor Pilkada Jokowi mulai nagih bayaran. Jakarta baru mirip slogan Gub Jabar A Heryawan, bukti? urusan nanti!
Balas   • Laporkan
starlight99 | 24/09/2012 | Laporkan
kkkkkkkkkk lapang dada dong dan dukung kinerjanya
anticorrupt | 22/09/2012 | Laporkan
kayanya yayak94 ini termasuk pasukan nasi bungkus yg blm terima kekalahan bossnya dgn jiwa besar nih......
babeehnya.wida
22/09/2012
Kalau Sutiyoso dipanggil bang YOS Berarti Jokowi enaknya dipanggil : BANG JACK ( baca : BANG JEK " ) wkwkwkkwkkwkwk......... pasti jadi gaul.
Balas   • Laporkan
starlight99 | 24/09/2012 | Laporkan
kkkkkkkkkkk


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com