METRO

10 September, 4 Kawasan 3 In 1 Dihapus

Semula, ada sembilan wilayah yang diberlakukan aturan 3 in 1.

ddd
Kamis, 6 September 2012, 06:05
Kemacetan di Jakarta
Kemacetan di Jakarta (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan melakukan perubahan aturan kawasan 3 in 1. Mulai 10 September mendatang, aturan itu tidak lagi diberlakukan di empat jalan utama di Ibukota. Lokasi yang dihapus yakni Jalan Majapahit, Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk dan Jalan Pintu Besar Selatan.

Kebijakan tersebut diambil karena di sepanjang Jalan Gajah Mada-Hayam Wuruk telah diterapkan larangan parkir on street yang telah berhasil meningkatkan kapasitas jalan hingga 60 persen. Karena itu, aturan 3 in 1 di lokasi tersebut sebagai pengendalian trafik dirasa tidak lagi diperlukan.

Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur No. 2054 Tahun 2004 tentang penetapan kawasan pengendalian lalu lintas dan kewajiban mengangkut paling sedikit tiga orang penumpang per kendaraan pada ruas-ruas jalan tertentu di DKI Jakarta, semula ada sembilan jalan yang diberlakukan aturan 3 in 1.

Jalan-jalan itu yakni Jl. Sisingamangaraja, Jl. Sudirman, Jl. Thamrin, Jl. Medan Merdeka Barat, Jl. Majapahit, Jl. Gajah Mada, Jl. Hayam Wuruk, Jl. Pintu Besar Selatan, dan sebagian Jl. Gatot Subroto.

"Uji coba akan dilakukan selama satu bulan ke depan. Selanjutnya akan dievaluasi kembali. Kalau lebih baik, akan dilanjutkan," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono.

Pristono mengatakan kebijakan ini juga diambil karena adanya surat permohonan peninjauan kawasan 3 in 1 dan larangan parkir on street dari komunitas warga dan pengusaha di kawasan Gajah Mada-Hayam Wuruk. "Kami kemudian melakukan kajian komprehensif untuk mengevaluasi 3 in 1 dan larangan parkir on street," ujarnya.

Hasil kajian sementara menunjukkan dengan adanya aturan 3 in 1, kecepatan rata-rata kendaraan di kawasan ini adalah 24,91 kilometer per jam. Sementara itu, di jalur alternatif-1 kecepatan kendaraan hanya 22,2 kilometer per jam dan saat tidak diberlakukan 3 in 1 menjadi 30,1 kilometer per jam. Adapun di jalur alternatif-2 kecepatan kendaraan juga meningkat dari 20,8 kilometer per jam di periode 3 in 1 menjadi 24,8 kilometer perjam.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga menerapkan larangan melintasi kawasan 3 in 1 pada pukul 05.00 hingga 22.00 bagi mobil barang dengan berat di atas 5.501 kilogram atau lebih, apakah bermuatan atau tidak. Yang diperbolehkan adalah mobil barang dengan berat di bawah 5.501 kilogram. Bus dan sepeda motor juga dilarang melintasi jalur cepat di jalan-jalan 3 in 1. Bagi jalan yang tidak memiliki jalur lambat, jenis-jenis kendaraan itu diwajibkan menggunakan lajur 1 dan 2 atau yang berada di lajur paling kiri.

Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Pol. Wahyono mengatakan siap menerapkan kebijakan baru ini. Pihaknya juga akan mengevaluasi kembali kebijakan itu. "Kami siap dan akan dievaluasi lagi nanti," katanya. (kd)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
ranisyahbudiman
10/09/2012
saya dulu pilih foke krn amit2 dgn bustrans sutioso. terlalu dipaksakan bahkan jln dengan 2 jalur pun masih dipotong trans. juga tdk fleksibel dgn kondisi macet jakarta yg hanya jam masuk pulang kantor, akibatnya jam sepi jadi macet....tp foke=sutioso
Balas   • Laporkan
ranisyahbudiman
10/09/2012
saya keluhkan bustrans. dimana ada bus trans jalan pasti jadi macet. padahal jalur trans kosong (bus nya tdk ada), jadi mubasir. anehnya mereka yg naik bustrans juga merasa tdk nyaman harus atree panjang. mending kembali ke zaman patas.
Balas   • Laporkan
cila
06/09/2012
Keluhan para pedagang sudah sejak lama. Dan selama lima tahun Foke memerintah,keluhan itu tdk didengarkan. Kenapa baru sekarang didengarkan menjelang pilgub putaran kedua??? Dan pelaksanaan pencabutan hanya 10 hari menjelang nyoblos. Semoga warga DKI jeli
Balas   • Laporkan
ellysanter | 11/09/2012 | Laporkan
kan usaha, biar banyak yg simpati


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id