METRO

Demo Tol Jatibening, Macet 18 Kilometer

Selain menutup akses tol Jatibening, massa juga membakar satu mobil.

ddd
Jum'at, 27 Juli 2012, 08:08
Demo Tol Jatibening, Bekasi
Demo Tol Jatibening, Bekasi (Akun Twitter @ihoetsagala)

VIVAnews - Demonstrasi ratusan warga yang memblokir ruas jalan Tol Jatibening ke arah Jakarta membuat kemacetan luar biasa panjang. Imbas demonstrasi para pedagang, tukang ojek, serta sopir angkutan umum itu mencapai sekitar 18 kilometer.

Menurut petugas Traffic Management Center Polda Metro Jaya, unjuk rasa yang menutup Tol Jatibening itu berada di KM 8, Pondok Gede, Bekasi. "Tol Cikarang arah Halim, lalu lintas padat mulai dari KM 26," ujar petugas TMC Polda Metro Jaya Briptu Arif kepada VIVAnews, Jumat 27 Juli 2012.

Saat ini, petugas sudah berada di lokasi aksi demonstrasi. Demonstrasi massa ini menolak penutupan terminal bayangan yang dilakukan Jasa Marga.

Selain menutup akses Tol Jatibening, massa juga membakar satu unit mobil milik Jasa Marga. Hingga kini masih terjadi negosiasi antara polisi dan demonstran.

Lokasi terminal bayangan yang ditutup memang menjadi pencaharian warga setempat. Lokasi itu juga menjadi tempat naik-turunnya penumpang, maka itu disebut terminal bayangan.

Banyak warga yang menjadi tukang ojek mencari keuntungan dari kehadiran akses terminal bayangan ini. Belum lagi warga yang membuka tempat penitipan motor dan berjualan di sekitar Tol Jatibening.

Direktur Utama Jasa Marga, Adityawarman, pernah memberikan pernyataan tentang penutupan terminal bayangan ini. Penertiban terminal bayangan ini dilakukan sesuai Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah RI Nomor 15 Tahun 2005 Pasal 41 yang melarang menaikkan atau menurunkan penumpang di jalan tol.

"Kami tetap harus menutup akses ini dan pembiaran itu akan salah. Kalau tidak, kami akan dituntut bila terjadi kecelakaan," kata Adityawarman kepada VIVAnews, Jumat, 6 Juli 2012. (art)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
cemongpisan
27/07/2012
Ijo lagi Ijo lagi .... petrus ajah deh.
Balas   • Laporkan
atn1480
27/07/2012
ini bukti bahwa hukum tidak lagi berdiri tegak di negeri ini karena ulah pejabat dan penegak hukum yg sering kali meng-komersialisasi-kan produk hukumnya sendiri.
Balas   • Laporkan
frogman
27/07/2012
coba bayangin, kalo ada orang sakit parah di ambulance, perlu penanganan segera...keburu ko'it ga ya kira2 ? contoh kecil aja, hrsnya para pendemo itu punya pikiran.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com