METRO

Koalisi Jokowi di Putaran II Ditentukan PDIP

Jokowi harus meraup lebih banyak suara untuk mengamankan posisinya.

ddd
Kamis, 12 Juli 2012, 11:54
Jokowi-Ahok bersama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Jokowi-Ahok bersama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews – Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDIP Taufiq Kiemas mengaku belum mengetahui partai mana saja yang akan digandeng PDIP dan Gerindra untuk memenangkan Jokowi-Ahok di putaran kedua Pilkada DKI Jakarta yang bakal dihelat 20 September 2012.

Namun ia mengatakan, soal koalisi di putaran kedua Pilkada DKI akan ditentukan pengurus pusat partai. “Kalau soal gandeng-menggandeng, itu urusan Dewan Pimpinan Pusat (PDIP dan Gerindra),” kata Taufiq di Kompleks MPR/DPR RI, Jakarta, Kamis 12 Juli 2012.

Yang pasti, Jokowi harus menggunakan strategi baru di putaran kedua untuk mengamankan perolehan suaranya yang berada di posisi puncak pada Pilkada DKI putaran pertama, Rabu 9 Juli 2012.

Berdasarkan hasil quick count Lembaga Survei Indonesia, Jokowi-Ahok berada di posisi teratas dengan raihan suara 43,14 persen. Capaian suara itu hanya selisih 9,6 persen dengan raihan suara Foke-Nara yang mencapai 33,54 persen – juga berdasarkan quick count Lembaga Survei Indonesia.

Selisih yang tidak begitu besar ini membuat Taufiq mengingatkan Jokowi untuk tetap waspada menghadapi Pilkada DKI putaran kedua. “Warga DKI sangat kritis. Jangan lengah,” kata suami ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu.

Jokowi sendiri sebelumnya menegaskan ia tak memiliki strategi khusus untuk melaju ke putaran dua. “Kami tidak akan pakai strategi besar karena strategi besar butuh uang besar. Strategi kecil kami yang penting partai bergerak. PDI Perjuangan, Gerindra, rakyat, relawan, semua bergerak,” kata dia.

Tak lupa pria yang masih menjabat sebagai Walikota Solo itu juga menekankan pentingnya silaturahmi dengan keempat pasang calon lain yang tidak lolos ke putaran dua. “Yang penting mereka didolani (dikunjungi). Saya akan dolani mereka semua,” ujar Jokowi. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
fransiamam
17/07/2012
Dimanapun diseluruh dunia menggunakan sistem partai yang menentukan kebijakan arah, lalu dijual kpd rakyatnya.Anda2 salah satu dari rakyat yang membeli Jokowi. Bila Anda membeli lalu membuang labelnya, terserah saja. Yang penting laku.
Balas   • Laporkan
radenpawiro
12/07/2012
Koalisi putaran II ditentukan PDIP? Kl ini yg tjd bakalan kalah Jokowi, rakyat sdh ga butuh partai, muak sama partai, biarkan Jokowi sendiri tentukan arah, tak perlu koalisi, kata Jokowi: "didolani wae kabeh" silaturahmi saja ke semua, tak perlu koalisi.
Balas   • Laporkan
fransiamam | 17/07/2012 | Laporkan
Hai teman2. Setiap hari anda harus makan.Jgn lupa makanan itu ada yg buat; KOKI yakni jurumasak.makanan enak atau tidak anda yang rasakan dan ternyata enak.
rpg7 | 13/07/2012 | Laporkan
setuju, pilih Jokowi-Ahok tp gak janji pilih PDIP-Gerindra di thn 2014


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com