METRO

Masalah "Kumis" di Pilkada Jakarta Mendunia

Washington Post memuat "Jakarta’s key election issue: A mustache".

ddd
Selasa, 10 Juli 2012, 07:48
Baliho Enam Pasangan Cagub-cawagub Pilkada DKI Jakarta
Baliho Enam Pasangan Cagub-cawagub Pilkada DKI Jakarta (VIVAnews/ Muhamad Solihin)

VIVAnews - Sebenarnya tak ada masalah dengan kumis, rambut yang tumbuh di atas bibir, di bawah hidung itu. Namun, istilah "kumis" sempat jadi polemik yang mewarnai Pilkada Jakarta.

Kubu pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli mempermasalahkan tagline pasangan Hendarjdi Supandji-Riza Patria yakni "Jangan Lagi Jakarta Berkumis" dan di bawahnya ada tanda kurung Berkumis singkatan "berantakan, kumuh, dan miskin".

Alasannya, sejak 2007, kumis menjadi ikon Fauzi Bowo. Persoalan tersebut telah dimediasi Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu). Salah satu keputusannya adalah menghapus kata "lagi" dalam tagline tersebut.

Kisruh kumis ternyata menjadi perhatian media asing. Situs Washington Post, 9 Juli 2012, memuat berita dengan judul, "Jakarta’s key election issue: A mustache" atau "Isu kunci dalam Pilkada Jakarta: kumis".

"Di saat 7 juta warga Jakarta, salah satu kota paling penting di Asia sekaligus dengan pengelolaan terburuk, Rabu mendatang yang menjadi isu utama adalah kumis," demikian dimuat salah media berpengaruh di Amerika Serikat itu.

Padahal, menurut situs itu, Jakarta adalah salah satu kota paling padat di dunia. Sepertiga penduduknya tak punya akses air bersih, kemacetan dan polusi akut, tidak ada transportasi publik yang memadai, sehingga penduduknya punya alasan untuk menginginkan perubahan.

Jakarta adalah mesin utama pertumbuhan di Indonesia. Negara yang pertumbuhan ekonominya mencapai 6 persen per tahun selama lima tahun terakhir.

Menurut Washington Post, kota yang menjadi cermin Indonesia itu memiliki infrastruktur yang buruk. Meskipun Indonesia adalah negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Banyak perusahaan internasional lebih memilih untuk mencari kantor regional mereka di tempat lain.

Sementara, situs media Singapura, Channel News Asia menyoroti soal jajak pendapat yang menyebut, dalam putaran pertama, tak ada satu calon pun yang akan memperoleh suara lebih dari 50 persen.

Meski dibungkus dengan kalimat berbeda, semua calon menawarkan janji-janji serupa, bahwa mereka akan memecahkan masalah-masalah kronis di Jakarta seperti macet dan banjir. (art)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
koruptorbangsat
11/07/2012
kalu foke nara trpilih, hancurlah jakarta
Balas   • Laporkan
inrachma
11/07/2012
Malu, isu nggak berkualitas
Balas   • Laporkan
muntaco.saputra
10/07/2012
Ini pertanda Foke-Nara berpeluang besar memenangkan Pilgub jakarta dalam 1 putaran
Balas   • Laporkan
dedot2612
10/07/2012
dengan data diatas klo saja foke masih menang sy tdk habis pikir.... I say no to foke
Balas   • Laporkan
muntaco.saputra | 10/07/2012 | Laporkan
yaudah jgn mikir, gue tau kok kapasitas otak lu kecil
endhi
10/07/2012
KUMIS jadi trending topic di luar negeri ya, jgn" ntar yg menang 1 putaran itu Cagub yg ada KUMISnya seperti Fauzi Bowo
Balas   • Laporkan
kampretpretpret
10/07/2012
krn perencanaan & aksi bahlul gaya dengkul, jkt semakin amburadul... :-\
Balas   • Laporkan
susu
10/07/2012
kok ical gak nyalon aja dulu ya jadi gubernur... ntar kalo sukses boleh lah nyapres.... maruk banget gitu loch...
Balas   • Laporkan
rasya_krpd
10/07/2012
Nunggu Bayumas ikut mendunia ah .. wkkkkkkkkkk .. bayumas is the pokemon fans loyalty going the world .. kkkkkkkkkk
Balas   • Laporkan
dancoz
10/07/2012
bwat yg kepilih inget ntar sama janjinya or ntar rakyat pd nyanyi nidji "mana janji manismu@sang mantan"
Balas   • Laporkan
basukimuchayat
10/07/2012
Ini yang ngomong media asing, WASHINGTON POST kalau JAKARTA MASIH MEMILIKI INFRASTRUKTUR YANG BURUK, tapi sikumis bilang INI MAJU..ITU MAJU...
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id