METRO

Tol Jatibening Diblokir, Macet 4 Kilometer

Terjadi antrean, karena kendaraan yang melintas mengurangi kecepatan.
Jum'at, 6 Juli 2012
Oleh : Eko Priliawito
Kemacetan di jalan tol

VIVAnews - Kemacetan panjang terajadi di akses tol yang menuju Bekasi, akibat aksi unjuk rasa yang dilakukan warga di gerbang Tol Pondok Gede Timur atau Jatibening yang menolak penutupan terminal bayangan di kawasan itu. Terjadi antrean, karena kendaraan yang melintas harus mengurangi kecepatannya.

"Macet 4 kilometer, buntut kemacetan di Pondok Gede Barat, kemudian Cikunir dan menyambung ke Tambun," kata petugas bernama Widya.

Penertiban terminal bayangan di sekitar gerbang Tol Pondok Gede Timur atau Jatibening akan tetap dilakukan Jasa Marga untuk menghindari terjadinya kecelakaan di kawasan itu.

Menurut Direktur Operasional Jasa Marga, Adityawarman, penertiban terminal bayangan ini dilakukan sesuai UU Lalu Lintas No 22 Tahun 2009 dan PP RI No 15 Tahun 2005 Pasal 41 yang melarang menaikkan atau menurunkan penumpang di jalan tol.

"Setelah tidak ada fungsi gerbang, terminal bayangan ini  menjadi jalan utama. Bahaya bila banyak bus berhenti dan kendaran dari belakangnya jalan dalam kecepatan tinggi. Kecelakaan besar bisa terjadi," katanya kepada VIVAnews, Jumat, 6 Juli 2012.

Menurut Adityawarman, dalam 5 menit, biasanya ada 26 bus berhenti untuk menurunkan dan menaikan penumpang di terminal bayangan di jalan tol itu.

"Kami tetap harus menutup akses ini dan pembiaran itu akan salah. Kalau tidak, kami akan dituntut bila terjadi kecelakaan," katanya.

Pembiaran yang sudah terjadi selama bertahun-tahun membuat kawasan ini menjadi kawasan yang kumuh dan banyak terjadi kejahatan.

"Menjadi kumuh, dan banyak preman. Suatu tempat yang tidak resmi akan menjadi gaduh," katanya.

Sementara warga melakukan protes karena Jasa Marga sebenarnya tidak dirugikan dengan keberadaan terminal bayangan ini. Mereka berharap dapat tetap mengakses jalan ini demi kepentingan hajat hidup orang banyak.

Banyak warga yang menjadi tukang ojek mencari keuntungan dari kehadiran akses terminal bayangan ini. Belum lagi warga yang membuka tempat penitipan motor dan berjualan di sekitar Tol Jatibening.

Secara tidak langsung keberadaan tempat penitipan motor ini memang mengurangi jumlah kendaraan dari Bekasi yang masuk ke Jakarta. Tidak sedikit pekerja yang berasal dari Pondok Gede, Jatiasih, Jatiwarna, Jatiwaringin dan Jatibening dan sekitarnya yang menitipkan motor di kawasan itu dan naik kendaraan dari terminal bayangan. (eh)

 

TERKAIT