METRO

Yapto: Daerah Lain Aman, Tangsel Kok Ribut?

Pemuda Pancasila kerap memberikan teguran kepada anggotanya.
Selasa, 3 Juli 2012
Oleh : Ismoko WidjayaBobby Andalan (Bali)
Yapto Soerjosoemarno dan Jusuf Kalla

VIVAnews - Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila (PP) Yapto Soerjosoemarno menyerahkan kasus bentrokan ormas PP dengan Forum Betawi Rempug yang menewaskan satu orang di Tangerang Selatan. Pemuda Pancasila kerap memberikan teguran kepada anggotanya yang bersalah.

"Sikap kami menegur. Itu bukan baru sekali, sudah sering. Kami serahkan kepada polisi. Ini tugas polisi bukan tugas kita. Kalau dijadikan tugas kami, itu perang. Itu tak boleh terjadi," kata Yapto di sela pembukaan Musyawarah Wilayah V Pemuda Pancasila Bali di Denpasar, Selasa 3 Juli 2012.

Menurut Yapto, dirinya masih menelusuri penyebab bentrokan yang terjadi di belakang Ruko Sabar Ganda Asri, Pondok Aren, Tangerang Selatan pada Rabu dini hari, 27 Juni 2012 itu. Dalam bentrokan itu, Ketua Gardu 287 FBR Pondok Betung, Muhidin alias Picuk tewas.

"Kami masih cek. Anggota saya yang ada di daerah itu sedang memeriksa," kata pria yang juga Ketua Umum Partai Patriot Pancasila ini.

Yapto mengakui adanya kesulitan koordinasi di wilayah-wilayah pemekaran seperti Tangerang Selatan. "Baru 2-3 tahun. Tangerang Selatan itu daerah baru," kata dia.

Yapto sendiri menyesalkan bentrokan di wilayah itu. Padahal, di daerah lain antara Pemuda Pancasila dan FBR tidak ada masalah. "Saya tidak mengerti. Kok di daerah lain tidak. Hanya di daerah ini saja yang ribut. Ini ada apa?" kata Japto.

Satu hal yang disesalkan Japto, menurutnya FBR ini adalah ormas bentukan kader PP. Dahulu, ujar dia, ormas FBR dan PP selalu rukun. Dari pengurus teras sampai simpatisan di bawahnya selalu akur. "Nah sekarang saya tidak mengerti," ujar dia.

Buntut dari penyerangan itu, puluhan orang yang menggunakan pakaian hitam melempari rumah Karnadi, tokoh Pemuda Pancasila yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang. Rumah Karnadi dilempari molotov. Akibatnya, dua mobil dan satu motor dibakar. (eh)

 

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found