METRO

Foke: Pengerukan Kali Jakarta Dimulai Oktober

Sebanyak 13 kali di Jakarta akan dikeruk.

ddd
Senin, 2 Juli 2012, 21:41
Fauzi Bowo
Fauzi Bowo (VIVAnews/Fernando Randy)

VIVAnews - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo meninjau salah satu lokasi proyek pengendalian banjir melalui normalisasi dan pengerukan 13 sungai di Jakarta, yakni Kali Cengkareng Drain, Jakarta Barat. Pada Oktober mendatang, proyek yang dikenal dengan Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI) akan segera dimulai.

Menurut Foke, sapaan akrabnya, proyek JEDI telah memasuki tahap tender, sehingga diharapkan pada Juli ini sudah selesai dan pada Oktober 2012 pengerjaan tahap I sudah bisa dilakukan.

Foke mengisahkan, Kali Cengkareng Drain dibuat pada 1983. Pembuatan kali ini bukan tanpa alasan, sebelumnya pada 1981 kawasan Jakarta Barat terendam banjir luar biasa.

"Kali ini dibangun sehingga menyodet beberapa kali, yakni kali Angke, Pesanggrahan, dan Mookewart. Namun, sejak 1983 belum dikeruk secara menyeluruh. Maka tahun ini akan dikeruk supaya berfungsi," kata Fauzi Bowo di Jakarta Barat, Senin 2 Juli 2012.

Dari 13 sungai yang mengalir di wilayah Jakarta, tujuh di antaranya merupakan tanggung jawab Pemprov DKI Jakarta dengan pembiayaan pinjaman dari Bank Dunia. Sedangkan sisanya, merupakan tanggung jawab pemerintah pusat.

Foke mengatakan, penawaran tender pengerukan 13 sungai ini bersifat internasional. Dari 14 perusahaan yang mengajukan penawaran, 8 di antaranya berasal dari luar negeri, yakni, Korea, China, India dan Taiwan. Saat ini DKI tengah dilakukan klarisifikasi peserta.

Realisasi proyek JEDI dilakukan secara bertahap dan dibagi dalam 7 paket pengerjaan. Bersama Kali Sunter, pengerukan Cengkareng Drain merupakan paket 2 dan akan dikerjakan pada tahap I ini dengan biaya masing-masing US$8,1 juta dan US$31,1 juta.

Paket lain yang pengerjaan masuk dalam tahap I ini adalah paket 1 yaitu pengerukan Gunung Sahari Drain, Waduk Melati dengan biaya US$30,8 juta, dan paket 3 yaitu pengerukan Cideng Thamrin Drain dengan biaya U$7 juta.

Secara keseluruhan proyek JEDI meliputi 57 kelurahan di 4 wilayah DKI Jakarta (Jakarta Barat, Utara, Pusat dan Timur) dengan jumlah penduduk sekitar 1,8 juta jiwa, yang selama ini seringkali khawatir jika musim hujan datang. Keberadaan proyek JEDI ini, diharapkan akan membebaskan lingkungan pemukiman mereka dari risiko banjir.

Total biaya yang dianggarkan untuk merealisasi JEDI mencapai US$176,1 juta yang sebagian besar berasal dari pinjaman dunia. Tanggung jawab terbesar dipikul Pemprov DKI, mengerjakan paket 1, 4 dan 7 dengan nilai US$100,5 juta. Lainnya oleh Balai Besar Ciliwung Cisadane paket 2 dan 6 dengan nilai US$53,2 juta dan Cipta Karya paket 3 dan 5 dengan nilai US$22,4 juta.

"Jadi jangan ada lagi yang mengatakan Pemprov DKI tidak berbuat banyak dalam pengendalian banjir di Jakarta. Di proyek ini, tanggung jawab DKI mencapai 56 persen, dan KBT 52 persen," ujar Foke.

Menurut Foke, proyek JEDI ini juga mencakup daerah kumuh di sepanjang Banjir Kanal Barat, Pakin, Kali Besar, Jelakeng, Sunter Hulu, Krukut-Cideng dengan populasi sekitar 173.000 warga. Kawasan ini nanti akan dirapikan sehingga menjadi kawasan yang lebih bersih dan layak huni.

Pengerjaan proyek ini dilakukan dengan standard ramah lingkungan. Nantinya akan ada pemisahan lumpur dan sampah. Lumpurnya akan ditiriskan, kemudian akan dibawa ke Ancol dengan truk kedap air. Sampah akan dibuang ke Bantar Gebang.
 
Selain itu, lanjutnya, pengerjaan kontraktor juga akan diawasi secara ketat, dan saat pengangkutan lumpur dan sampah tidak yang ada boleh yang tercecer atau membuat jalan jadi kumuh.
 
"Pengerukan kali dikerjakan dengan kaidah-kaidah lingkungan karena Bank Dunia punya kriteria ketat untuk memperbaiki lingkungan," tuturnya.

Tanggul penahan lumpur sendiri telah disiapkan sepanjang 3.000 meter dengan luas 120 hektar. Tanggul penahan lumpur barat dan selatan menelan dana hingga Rp146 miliar. Sementara tanggul utara sebesar Rp72 miliar. Dengan daya tampung 8 juta meter kubik.

"Kurang lebih seluas Monas. Tanggul Selatan dan Barat sudah jadi, tinggal yang di Utara, nanti akan dibuat Geo Tube, semacam balon diisi pasir yang ramah lingkungan dan bersatu dengan alam, jadi lumpur tidak kemana-mana," terang Foke.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
hoheeh
18/07/2012
lumayaan kampanyeee point 1 hahahaa
Balas   • Laporkan
aasaj
03/07/2012
cangkemmu kumis, cuma gara2 mo pamilihan aja kau seperti itu, sekarang sazalah...kalau memang benar..
Balas   • Laporkan
bayumas
03/07/2012
JEDI dibuat 1983 dan sekarang pengerukannya, Mantap kali Bang FOKE ini bikin rakyat tambah jatuh cinta aja dg Bang Kumis, Kalo yg lain aku tak tahulah.....Bravo FOKE yr The BEST
Balas   • Laporkan
steven93
03/07/2012
Kok baru sekarang buatnya? krn mau kampanye y? wkwkwkwk.... DASAR LOOSER
Balas   • Laporkan
naufalmfauzi
02/07/2012
knp ngga sekarang bang? ..kan biar bisa jadi gubernur lagi, yang wajar SMA juga. ohbegitiu ..iyabiarwargagajakartasejahter.. halahtriklamabang,terusduitdarimanatuhiklanditvganti"terus??
Balas   • Laporkan
bangkumis.beracun
02/07/2012
mantap dah teorinya, prakteknya tau sendiri ga jelas
Balas   • Laporkan
theja.kun
02/07/2012
Iya nanti biar jokowi yg nerusin ya mis, kumis dirumah aja nimang cucu,maen ps,buka kos2an! Uda ketuaan buat mimpin jkt mending serahin ama yg muda
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com