METRO

PSK Maroko Masuk Puncak Lewat Jalur Resmi

Tak hanya dari Maroko, mereka juga dari Bahrain, Yordania, dan Mesir.

ddd
Senin, 2 Juli 2012, 11:00
WNA asing jadi pekerja seks komersial
WNA asing jadi pekerja seks komersial (VIVAnews/Aries Setiawan)

VIVAnews - Polisi masih mengembangkan penyidikan hasil penangkapan dua pekerja seks komersial asal Timur Tengah di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. Wanita yang biasa disebut Magribi itu ternyata tidak hanya dua orang, tetapi ada belasan saat diamankan.

Menurut Kasat Reskrim Polres Bogor, Ajun Komisaris Imron Ermawan, polisi masih menyelidkii keberadaan serta pekerjaan para wanita itu di kawasan Puncak. Sejauh ini baru dua wanita yang terbukti melakukan transaksi. Mereka tidak hanya berasal dari Maroko, tapi juga dari Bahrain, Yordania, dan juga dari Mesir.

"Di lokasi kontrakan, wanita asal Timur Tengah itu banyak. Ada belasan orang," kata Imron Ermawan, Senin, 2 Juli 2012.

Dari hasil penyelidikan, wanita pekerja seks itu datang ke Indonesia menggunakan paspor resmi. Mereka kemudian secara bersama-sama menyewa rumah untuk tinggal. Kebanyakan dari mereka sudah satu tahun berada di Bogor.

Pemerintah Daerah Cianjur, Jawa Barat, memastikan bahwa jumlah orang-orang Timur Tengah yang berada di kawasan Cipanas dan Puncak mulai bertambah jumlahnya. Mereka bahkan sudah membentuk komunitas sendiri.

Jumlah orang-orang Timur Tengah ini mulai membuat khawatir karena peningkatan kawin kontrak. Dan ini menjadi beban yang panjang bagi pemerintah daerah.

Aturan internasional untuk penertiban bagi orang asing menjadi kendala tersendiri karena tidak bisa dilakukan begitu saja. Namun, bila tidak ditertibkan keberadaannya bisa meresahkan masyarakat setempat terutama sistem sosial yang ada.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Tom Dani Garniat mengatakan, payung hukum berbentuk SK Bupati itu nantinya akan mengatur mengenai tugas pokok dan fungsi tim pengawasan terhadap orang asing di Kabupaten Cianjur.

Aturan ini akan tidak jauh berbeda dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 49/2010 dan Permendagri Nomor 50/2010 tentang Pedoman Tata Kerja Tim Pengawasan Orang Asing.

“Nantinya kinerja atau tupoksi tim pengawasan orang asing ini diatur melalui SK Bupati yang saat ini drafnya masih disusun. Kami koordinasi dengan berbagai instansi terkait, semisal dari kejaksaan dan aparat kepolisian, termasuk NGO,” ungkapnya.

Tom mengharapkan, terbitnya SK Bupati menyangkut tim pengawasan orang asing ini bisa menjadi suatu upaya antisipasi menyusul maraknya kasus warga asing ilegal di berbagai di daerah. Di Kabupaten Cianjur pun, tak menutup kemungkinan banyak warga asing yang belum terdata. (eh)

 



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
gabriel.fernando.963434
03/07/2012
Ayo FPI,,,,ini tugas loe...cewek Arab lagi.. hazarrrr
Balas   • Laporkan
ibasby
02/07/2012
makin kumplit aja dah bisnis ayam impor. Mau yg Uzbek dan Cungkok ke Kota. Mau Maroko ke Puncak. Tinggal pilih sesuai selera.....
Balas   • Laporkan
yusmansyafei
02/07/2012
ayo FPI tertibkan moral bangsa kita dong
Balas   • Laporkan
farid.atthar
02/07/2012
tau sendiri Bogor kan dingin daerahnya,,, emang surganya dunia buat kupu2 malam dan lelaki hidung belang,,, baik lokal maupun mancanegara,, klo pemda ga mampu menertibkan, kerahin az FPI pasti beresss,,, songsong ramadhon, bersih2 geh biar puasanya khusyu
Balas   • Laporkan
soibf
02/07/2012
Keren.. sdh terangan terangan,,, salutt
Balas   • Laporkan
ezrakg
02/07/2012
wkwkwkwwk, ternyata......
Balas   • Laporkan
blondot2012
02/07/2012
Walaupun masuknya lewat jalur resmi bukan berarti td bisa dicegah, resminya khan untuk wisata klo menjadi PSK ya harus ditindak tegas. Moral bangsa itu lebih penting.
Balas   • Laporkan
aom_gusman
02/07/2012
Mereka kan mencari langganan yang notabene orang-2 arab yang sudah biasa mencari PSK atau kawin siri di kawasan ciawi dan puncak
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com