METRO

FBR: Ormas Tak Pernah Bentrok

"Ormas tidak pernah bentrok, hanya kejadian kecil-kecilan di wilayah."

ddd
Sabtu, 30 Juni 2012, 00:15
Seorang anggota melintasi grafiti FBR
Seorang anggota melintasi grafiti FBR (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Organisasi Kemasyarakatan (ormas) menolak jika aksi-aksi kekerasan yang kerap kali terjadi di antara sesama kelompok dianggap sebagai bentrokan massa. Aksi tersebut hanya merupakan kejadian-kejadian kecil di tingkat wilayah.

"Ormas tidak pernah bentrok, hanya kejadian kecil-kecilan di tingkat wilayah," kata  Edwan Hamidy, selaku Direktur Lembaga Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Latpesdam) Forum Betawi Rempug (FBR) dalam ajang silaturahmi ormas di Balai Pertemuan Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat 29 Juni 2012.

Menurut Edwan, pihaknya memprotes pemberitaan media massa yang menyebutkan peristiwa pembacokan terhadap Muhidin alias Picu, Ketua Gardu 287 FBR, Pondok Betung, Pondok Aren, Tangerang Selatan, sebagai bentrok massa.

FBR sendiri telah menyerahkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian untuk segera menyelesaikannya. "Kami percayakan pada penyidik kepolisian untuk menuntaskan permasalahan yang ada," ujarnya.

Sementara itu, perwakilan dari Pemuda Pancasila (PP), Togar Manahan Nero selaku Koordinator Wilayah PP DKI Jakarta, mengakui setiap tindakan yang terjadi di lapisan bawah organisasinya memang tidak sepenuhnya bisa dikontrol dari pusat.

"Namun, realitas yang ada tidak pernah terkoordinasi dari pusat ke bawah. Karena kita tidak mungkin mengontrol anggota di wilayah maupun yang ada di anak cabang," kata dia.

Direktur Bimbingan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yosi Hariyoso menambahkan, seluruh ormas yang berada di Jakarta hendaknya tidak sungkan untuk melapor ke Polsek atau Polres terdekat jika terjadi gesekan antaranggota ormas di lapangan.

"Semua akan difasilitasi oleh polisi," ucap Yosi. (art)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
yayak94
02/07/2012
Semua ini akibat aparat, intel, Polisi yg memanfaatkan preman utk memungut setoran.
Balas   • Laporkan
the.ui.chan
01/07/2012
ormasnya tak pernah bentrok cuma oknumnya aja..itu artinya pemimpinnya yg gak bener..biasa cara premanisme..lg rame-rame berani coba oknumnya suruh 1 lawan 1 pasti ngumpet semua...mental apa itu??
Balas   • Laporkan
theja.kun
01/07/2012
Ngara ini uda kacau, polisi takut ama ormas(preman yg terorganisir), ud jelas2 bentrok, masi aj kg diakuin...weleh weleh...nunggu kerusuhan mah ud telat kaleee
Balas   • Laporkan
zuhar
30/06/2012
Karena dengan ORMAS ORMAS pemimpin perintah lebih gampang gunakan jasanya kalau mati itu preman2 tapi kalau menang tidak banyak uang yang di keluarkan untuk menghabisi lawan rivalnya
Balas   • Laporkan
gusasroralbanjari
30/06/2012
apa sih untung nya ad ormas buat masarakat ,,,?yang ada malah meresahkan
Balas   • Laporkan
artanis
30/06/2012
Keren bahasa mas hamidy, kejadian kecil saja butuh 1 nyawa, banyak terluka disertaikan tawuran, bisa minta contoh kira-kira butuh berani nyawa baru bisa dikategorikan kejadian besar ya?
Balas   • Laporkan
frogman
30/06/2012
BUBARKAN ormas preman sampah, fbr, fpi, forkabi, fkkbbbbb atau apalah namanya, cuma bikin resah dg sgl aksinya yg liar,brutal dan anarkis...
Balas   • Laporkan
ichsan.murthiawan
30/06/2012
kata SBY : "saya prihatin.." kata polisi : " saya akan memantau dan fasilitasi..." kata rakyat :" AYOOO TAWURAN TERUS...BIAR CEPET ABIS ORANGNYA.....cuma menuh menuhin negara...."
Balas   • Laporkan
combinyarang | 30/06/2012 | Laporkan
kata saya: lanjutkan... kata gue: lebih cepat lebih baik....
kalex
30/06/2012
Ormas atau perkumpulan yang sering bikin keributan apalagi yg kerja jadi beking merupakan kumpulan sampah masyarakat yang sudah tidak berguna...
Balas   • Laporkan
bangarso
30/06/2012
Buat petinggi ormas nyawa 1 orang hanya akibat kejadian kecil.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id