METRO

Mengaku Tim Sukses Hidayat, MS Tipu Rp400 Jt

Ia memalsukan tanda tangan dan mencatut nama Bendahara Umum DPW PKS.

ddd
Sabtu, 16 Juni 2012, 10:07
Kampanye Pilgub DKI dimanfaatkan orang-orang tidak bertanggung jawab untuk mengeruk keuntungan, termasuk dengan menipu.
Kampanye Pilgub DKI dimanfaatkan orang-orang tidak bertanggung jawab untuk mengeruk keuntungan, termasuk dengan menipu. (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews – Mohammad Suryawan (MS), orang yang mengaku tim sukses pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Hidayat Nur Wahid dan Didik J. Rachbini, dilaporkan ke Polda Metro Jaya lantaran menipu. Suryawan juga mencatut nama Bendahara Umum DPW PKS untuk menarik perhatian korban.

Korban pun jatuh. Dia adalah Simon Pakpahan, Komisaris PT Ferdi Graha Teknik yang menaungi tujuh vendor yang bergerak di bidang percetakan dan sablon. Simon menjelaskan, kasus penipuan itu berawal dari adanya Purchase Order (PO) senilai Rp58 miliar yang dilakukan pada Maret 2012 antara dirinya dengan Suryawan.

Suryawan mensyaratkan Simon untuk bisa memenuhi permintaannya, antara lain membuat spanduk 300 ribu buah, bendera 300 ribu buah, baju 800 ribu buah, dan umbul-umbul 200 ribu buah. Semua itu lengkap dengan logo PKS tertera di tiap properti.

“Namun saat saya ingin menunjukkan contoh hasil percetakan, Suryawan malah hilang begitu saja. Suryawan bahkan sulit dicari, termasuk di Kantor DPW atau DPP PKS,” ujar Simon.

Simon akhirnya menemui Bendahara Umum Dewan Pimpinan Wilayah PKS Jakarta, Nasrullah, yang namanya tercantum dalam dokumen kerja sama. Namun saat ditemui Simon, Nasrullah justru kaget melihat namanya tertera di dokumen kerja sama tersebut.

Nasrullah membantah jika tanda tangan di dokumen itu adalah miliknya. Menurutnya, itu tanda tangan palsu. Mendengar hal tersebut, Simon pun naik pitam. Pasalnya proyek ini sudah dikerjakannya. Simon mengatakan, sudah hampir Rp400 juta ia keluarkan untuk membuat 200 contoh cetakan tiap jenisnya.

“Itu belum termasuk biaya tiap Suryawan bilang akan melakukan rapat dengan PKS untuk proyek ini. Dia selalu meminta uang transport untuk rapat dengan petinggi PKS,” kata Simon. Ia pun melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya dengan sangkaan pasal 378 KUHP tentang penipuan.

PKS Juga Melapor

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto menambahkan, selain Simon, Bendahara Umum PKS Nasrullah juga melaporkan kasus pemalsuan tanda tangan oleh Suryawan itu ke Polda Metro.

“Pelapor sama sekali tidak tahu perjanjian itu. Tanda tangan pelapor di dalam perjanjian itu berbeda dengan tanda tangan asli,” kata Rikwanto.

Ia menyatakan, di dalam surat perjanjian itu juga tertera logo PKS, alamat kantor DPW PKS, dan stempel PKS. Namun semua itu berbeda dengan stempel, alamat, dan logo partai milik PKS yang asli. Rikwanto mengatakan, kasus ini ditangani Polda Metro Jaya dan masih dalam penyelidikan.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
pangeranrevolusi
16/06/2012
Pasti Suryawan orangnya Tuan KUMIS deh,yang sengaja ditaruh untuk membusukkan semua lawan politik2nya si KUMIS
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id