METRO

Ini Peran 6 Pembunuh Sadis Mahasiswi UIN

Lima pelaku sudah dibekuk, sementara dalang pembunuhan sadis itu masih buron.

ddd
Jum'at, 27 April 2012, 18:39
Polisi ungkap peran 6 pembunuh mahasiswi UIN
Polisi ungkap peran 6 pembunuh mahasiswi UIN  

VIVAnews -- Polres Kota Tangerang berhasil mengungkap peran enam orang pelaku pembunuh dan pemerkosa Izzun Nahdiyah (24), mahasiswi semester XI Universitas Islam Negeri (UIN), Jakarta.

Lima di antaranya diketahui membantu Muhammad Soleh alias Oleng (33), kekasih korban sekaligus dalang pembunuhan yang saat ini masih buron. "Ada 5 pelaku yang sudah kami bekuk, namun seorang yang mendalangi kasus ini masih dikejar," ucap Kombes Bambang Priyo Andogo, Kapolres Kabupaten Tangerang, Jumat 27 April 2012.

Pelaku yang berhasil ditangkap pihak kepolisian berinisial, OR (29), EN (20), JS (28), CS (23), dan NJ (20). Mereka adalah teman-teman dari Oleng.

"Para pelaku bukan orang bayaran namun tersangka Oleng merupakan orang yang disegani oleh mereka hingga menuruti kemauan tersangka yang masih dikejar,"  katanya.

Seperti diketahui, Sabtu 7 April 2012 lalu, warga di daerah Legok dikejutkan dengan temuan mayat seorang wanita berjilbab. Saat ditemukan kondisi mayat sangat mengenaskan, leher tersayat seperti akan putus.

Berdasarkan pengakuan para pelaku yang sudah ditangkap, sebelum dihabisi, korban dipaksa untuk berhubungan badan. Pelaku utama juga memaksa korban untuk melayani empat orang temannya. Setelah itu, korban dipukul dan langsung dibunuh dengan cara ditusuk di bagian leher.

Berikut peran 6 pelaku pembunuhan sadis:

Otak Pelaku Muhammad Soleh alias Oleng (DPO)

- Melakukan penggorokan pada leher korban di pinggir sawah, melakukan pemerkosaan.

Pelaku berinisial OR

- Memegangi pinggang korban saat diangkat ke pinggir sawah dan juga pada saat digorok oleh tersangka Oleng

Pelaku berinisial EN
- Melakukan persetubuhan 1 kali di rumah tersangka Oleng, berboncengan dengan tersangka JS menuju TKP, memegang tangan korban, melihat Oleng saat menggorok leher korban dengan menggunakan golok.

Pelaku berinisial JS

- Memegang kaki kiri korban saat dibunuh oleh Oleng

Pelaku berinisial CS

- Menjemput korban dari mikrolet dibawa ke rumah tersangka Oleng, melakukan persetubuhan terhadap korban sebanyak dua kali, dan memegang kaki korban saat dibunuh.

Pelaku berinisial NJ

- Melakukan persetubuhan sebanyak satu kali, membawa korban berboncengan ke rumah Oleng menuju TKP, dan memegang kaki kiri korban saat dibunuh. (sj)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
meybetheone
07/07/2012
serahkan pada masyarakat aja,.. hukumannya lbh setimpal drpd hukum di indonesia!!!
Balas   • Laporkan
aidem96
14/05/2012
panggang tanpa perlu di potong
Balas   • Laporkan
zandoe_syafrizal
14/05/2012
HARUS DI HUKUM MATI....... JAHAT BGT,KELAKUANNYA SUDAH MELEBIHI!!!!!!!!!!!!!!!
Balas   • Laporkan
corpiqy
28/04/2012
astagfirullah .. nyawa bayar nyawa.. walaupun sbnarnya dihukum matipun belum bisa menebus dosa2 mereka... mereka layak mndapat siksaan.. di dunia dan di akhirat..
Balas   • Laporkan
achul
28/04/2012
biadabbb... sombong sekali seenakx aja nih para preman sampah masyarakat (tidak bermanfaat bagi yang lainx) kayak mereka bisa menghidupkan kembali nyawa orang aja, berani membunuh orang, Nyawa dibalas dengan nyawa, sudah kesalahan preman itu sendiri,
Balas   • Laporkan
pelangiekeltirk
28/04/2012
Tampilkan wajah Muhamad Soleh alias Oleng, biar masyarakat yg mengadilinya
Balas   • Laporkan
bencoy.squad
28/04/2012
astagfirulloh klo hukumannya cuman 6 tahun...parah hukum di indonesia..........
Balas   • Laporkan
laskaryaabadi
27/04/2012
Biadab nich para binatang...hukum mati aja daripada membahayakan umat manusia dikemudian hari....
Balas   • Laporkan
el3101
27/04/2012
biadab bener ni manusia.... apalagi yg dpo-nya tu, nama aja bagus kelakuan kyk iblis! entah hukuman apa yg kira2 setimpal dg perbuatannya itu.......!? (bantu polling donk!)
Balas   • Laporkan
gentongnasi
27/04/2012
Kalau hukum tidak bisa keras kepada mereka, kawasan ciputat, tangerang, jakarta akan kami jadikan kawasan pengadilan jalanan yang jauh lebih mengerikan daripada tindakan biadab ini.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com