METRO

Survei: Foke Vs Jokowi di Putaran Kedua

"Antara Foke melawan Jokowi atau Foke melawan Hidayat."

ddd
Minggu, 15 April 2012, 14:31
Foke-Nachrowi Daftar ke KPUD
Foke-Nachrowi Daftar ke KPUD (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews - Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) menyatakan, terdapat potensi dua putaran dalam penyelenggaraan Pemilukada DKI Jakarta. Dalam survei yang dirilis Puskaptis, tingkat elektabilitas pasangan calon incumbent Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli masih teratas dengan persentase sebesar 47,22 persen.

Namun, dengan sisa waktu selama dua bulan menjelang pelaksanaan Pemilukada, masing-masing calon lainnya masih memiliki kesempatan meraih simpati masyarakat untuk mengungguli calon incumbent.

"Melihat tren elektabilitas ini, potensi satu putaran dan dua putaran ada. Jika terjadi dua putaran, akan jadi persaingan sengit," ujar Direktur Puskaptis, Husin Yasin, dalam jumpa pers di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Minggu, 15 April 2012.

Puskaptis memperkirakan, jika terjadi dua putaran, calon incumbent akan berhadapan dengan pasangan Jokowi-Ahok atau Hidayat Nur Wahid-Didik Rachbini. Dalam survei Puskaptis, dua pasangan ini berada pada posisi kedua dan ketiga.

Pasangan Walikota Solo dan mantan Bupati Belitung Timur, Jokowi dan Ahok, berhasil meraih tingkat elektabilitas sebesar 15,16 persen. Dan pasangan HNW-Didik pada posisi ketiga dengan meraih persentase sebesar 10,28 persen.

"Jika saja calon-calon lain melakukan strategi kuat dan mengambil simpati masyarakat dan mengalahkan incumbent, bisa terjadi putaran kedua. Antara Foke melawan Jokowi atau Foke melawan Hidayat," kata dia.

Jokowi dinilai memiliki kekuatan pada figur kerakyatan, sedangkan Foke sendiri kuat pada figur partai pengusungnya, yakni Demokrat.

"Kalau satu putaran potensi incumbent masih tinggi. Maka dari itu, dengan sisa waktu dua bulan ini, kalau Jokowi dan HNW kerja keras, bisa menuju dua putaran melawan incumbent," katanya.

Puskaptis merilis survei tren elektabilitas sebelum dan sesudah pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta. Pasangan calon incumbent Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli dalam survei terhadap 1.250 responden ini dinyatakan memiliki elektabilitas tertinggi setelah pasangan Jokowi dan Ahok.

Sebelum mendaftar ke KPU DKI, pasangan Foke-Nara per Januari 2012 memiliki persentase elektabilitas sebesar 36,25 persen. Namun, setelah mendaftar, pada survei per 2-7 April 2012 menghasilkan kenaikan persentase hingga 47,22 persen.

Sementara itu, tingkat elektabilitas pasangan independen Faisal-Biem berada di bawah Jokowi-Ahok dan HNW-Didik, yakni sebesar 3,17 persen. Selanjutnya, diikuti pasangan Alex Noerdin-Nono Sampono dan Hendardji Supandji-Riza Patria, masing-masing sebesar 2,31 persen dan 1,55 persen.

Survei ini dilakukan dengan multistage random sampling atas 1.250 responden yang tersebar di DKI Jakarta. Survei digelar pada 2-7 April 2012 dengan sampling error 2,8 persen. (art)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
wandy.andi0999
20/04/2012
CAGUB dr Semua partai ga ada yg bener, muka badak, dr skrg aja mulai obral janji2, yg paling muluk, itulah adalah muka2 badak yg cikal bakal korupsi unt kepentingan golongannya, awas jgn sampe ketipu...
Balas   • Laporkan
lordkluntunx
16/04/2012
muga2 si kumis terpilih biar tambah macet n tenggelam tu kota...trus ibukotanya pindah ke jogja lagi....wkwkwk
Balas   • Laporkan
bayumas
16/04/2012
Heran banget,Kok masih ada aja orang yg pilih Jokowi,sdh penampilannya tdk wibawa/menarik, disolo kacau balau,eh..mau dipiilih jadi Gub DKI,bila dibandingkan FOKE prestasinya tak seujung kuku,pie cah edan..cah edan,kalo di JKT cukuplah JW u/ ketua RW aja
Balas   • Laporkan
fokegalau | 09/05/2012 | Laporkan
IYA PRESTASI NYOLONG MAH HEBATAN JAGONYA BAYUMAS
tiku
15/04/2012
ternyata pola pikir orang jkt itu masih ortodox shg lebih suka dgn kondisi status quo walaupun tanpa kemajuan sekalipun
Balas   • Laporkan
wandy.andi0999
15/04/2012
...hahaha...ngimpi kali ye...
Balas   • Laporkan
revinclaw | 15/04/2012 | Laporkan
orang ngimpi ngga boleh, berarti situ memang layak hidup di comberan jakarta, hidup mahal dengan fasilitas jauh dari memadai, macet, banjir, sampeyan masih waras saja saya salut kok
shinara
15/04/2012
foke sdh terlalu lama berkuasa dan tidak ada perubahan signifikan, ganti yg baru saja gan..
Balas   • Laporkan
bayumas
15/04/2012
BARU SAJA KAMI MENGADAKAN MAULID YG DIHADIRI LINTAS PARTAI DI GRASSROOT DEMOKRAT,PPP,GOLKAR,PDIP,GERINDRA,HANURA DLL, 1000 ORG YG HADIR SEPAKAT MEMILIH FOKE SBG GUB U/PRIODE KE 2, INI DEMI KELANJUTAN PEMBANGUNAN JKT, KRN KALO YG BARU KITA KEMBALI NOL LAGI
Balas   • Laporkan
fokegalau | 09/05/2012 | Laporkan
prestasi nyolong baru nomor satu tuh bayumas
cenkblong | 18/04/2012 | Laporkan
banyugot...wkwkwk mulut loe :D
revinclaw | 15/04/2012 | Laporkan
ha.ha.ha ketahuan belangnya di bayar berapa bro, gua kira lu cuap2 karena ikhlas, ha.ha.ha, yang ngga hidup di jakarta saja liat ngga ada perubahan, semoga jakarta ngga tenggelam
musmus
15/04/2012
masi ada yang milih si kumis... wkwkwwkkkk
Balas   • Laporkan
cenkblong | 18/04/2012 | Laporkan
emang menangnya cuma kumis doang...xixixi
rasya_krpd
15/04/2012
foke kuat karena partai bemo ?? izzzzzzzz ... yang masih percaya ma partai bemo sich .. kagak gue bayangin cara pikirnya ..
Balas   • Laporkan
cenkblong | 18/04/2012 | Laporkan
yg percaya pasti karena dikasi kue... padahal hatinuraninya udh bilang..."katakan tidak pada bemo"
hendradoan
15/04/2012
ayo pak joko maju trus
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id