METRO

Survei: Foke Vs Jokowi di Putaran Kedua

"Antara Foke melawan Jokowi atau Foke melawan Hidayat."
Minggu, 15 April 2012
Oleh : Arfi Bambani Amri, Dwifantya Aquina
Foke-Nachrowi Daftar ke KPUD

VIVAnews - Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) menyatakan, terdapat potensi dua putaran dalam penyelenggaraan Pemilukada DKI Jakarta. Dalam survei yang dirilis Puskaptis, tingkat elektabilitas pasangan calon incumbent Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli masih teratas dengan persentase sebesar 47,22 persen.

Namun, dengan sisa waktu selama dua bulan menjelang pelaksanaan Pemilukada, masing-masing calon lainnya masih memiliki kesempatan meraih simpati masyarakat untuk mengungguli calon incumbent.

"Melihat tren elektabilitas ini, potensi satu putaran dan dua putaran ada. Jika terjadi dua putaran, akan jadi persaingan sengit," ujar Direktur Puskaptis, Husin Yasin, dalam jumpa pers di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Minggu, 15 April 2012.

Puskaptis memperkirakan, jika terjadi dua putaran, calon incumbent akan berhadapan dengan pasangan Jokowi-Ahok atau Hidayat Nur Wahid-Didik Rachbini. Dalam survei Puskaptis, dua pasangan ini berada pada posisi kedua dan ketiga.

Pasangan Walikota Solo dan mantan Bupati Belitung Timur, Jokowi dan Ahok, berhasil meraih tingkat elektabilitas sebesar 15,16 persen. Dan pasangan HNW-Didik pada posisi ketiga dengan meraih persentase sebesar 10,28 persen.

"Jika saja calon-calon lain melakukan strategi kuat dan mengambil simpati masyarakat dan mengalahkan incumbent, bisa terjadi putaran kedua. Antara Foke melawan Jokowi atau Foke melawan Hidayat," kata dia.

Jokowi dinilai memiliki kekuatan pada figur kerakyatan, sedangkan Foke sendiri kuat pada figur partai pengusungnya, yakni Demokrat.

"Kalau satu putaran potensi incumbent masih tinggi. Maka dari itu, dengan sisa waktu dua bulan ini, kalau Jokowi dan HNW kerja keras, bisa menuju dua putaran melawan incumbent," katanya.

Puskaptis merilis survei tren elektabilitas sebelum dan sesudah pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta. Pasangan calon incumbent Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli dalam survei terhadap 1.250 responden ini dinyatakan memiliki elektabilitas tertinggi setelah pasangan Jokowi dan Ahok.

Sebelum mendaftar ke KPU DKI, pasangan Foke-Nara per Januari 2012 memiliki persentase elektabilitas sebesar 36,25 persen. Namun, setelah mendaftar, pada survei per 2-7 April 2012 menghasilkan kenaikan persentase hingga 47,22 persen.

Sementara itu, tingkat elektabilitas pasangan independen Faisal-Biem berada di bawah Jokowi-Ahok dan HNW-Didik, yakni sebesar 3,17 persen. Selanjutnya, diikuti pasangan Alex Noerdin-Nono Sampono dan Hendardji Supandji-Riza Patria, masing-masing sebesar 2,31 persen dan 1,55 persen.

Survei ini dilakukan dengan multistage random sampling atas 1.250 responden yang tersebar di DKI Jakarta. Survei digelar pada 2-7 April 2012 dengan sampling error 2,8 persen. (art)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found