METRO

Sulit Buat DKI Bebas Macet dalam 3 Tahun

Pakar perkotaan Universitas Trisakti menilai kemacetan di Jakarta mirip Lingkaran Setan

ddd
Sabtu, 24 Maret 2012, 10:58
Pakar perkotaan Universitas Trisakti menilai kemacetan di Jakarta mirip Lingkaran Setan
Pakar perkotaan Universitas Trisakti menilai kemacetan di Jakarta mirip Lingkaran Setan (VIVAnews/ Fernando Randy)

VIVAnews - Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Alex Nurdin-Nono Sampono siap mengundurkan diri bila program yang dicanangkannya selama tiga tahun tidak berjalan baik. Menurut Alex, tiga tahun itu bukan sekadar slogan, melainkan sebuah janji.

Gubernur Sumatera Selatan tersebut menjanjikan, selama tiga tahun Jakarta akan bebas banjir dan macet. "Kalau selama tiga tahun tidak berhasil, kami siap mundur," kata Alex saat diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu 24 Maret 2012.

Namun, pakar perkotaan Universitas Trisakti Yayat Supriatna meragukan janji pasangan dari Partai Golkar tersebut. Menurut dia, kemacetan di Jakarta sudah seperti lingkaran setan.

Dari tahun ke tahun "setannya" tidak pernah berhasil ditemukan. Menurut dia, kemacetan telah berimplikasi pada kerugian yang komplikasi. "Dari segi waktu, biaya, sampai polusi," kata Yayat.

Yayat menjelaskan, hal tersebut adalah fakta yang mencekam warga Jakarta sehari-harinya. Implikasi lainnya adalah masalah kesehatan mental.

Berdasar data penilitian Dinas Kesehatan DKI Jakarta, pada 1997 hampir 20 persen atau sekitar 1,8 juta warga Jakarta mengalami gangguan jiwa. Dari 1,8 juta yang mengalami gangguan jiwa, 33,2 persennya adalah para supir angkutan umum. "Itulah sebabnya mengapa ada supir ugal-ugalan," katanya. "Itu penelitian lama. Kalau sekarang mungkin meningkat."

Gangguan kejiwaan yang dialami para supir angkutan umum, kata Yayat, karena mereka dalam kesehariannya selalu dihadapkan pada berbagai masalah. "Supir berhadapan dengan polisi, DLLAJ, setoran, dan preman. Dia stres. Wataknya berubah, jadi peraturan lalu lintas sudah tidak ada lagi," ucapnya.

Menurut dia, kualitas mental buruk para supir itu yang memberi kontributusi pada kemacetan. "Jadi indikasi alangkah buruknya kinerja lalu lintas kita adalah dengan perform supir yang buruk. Kualitas mental yang buruk ini menjadi salah satu problem kemacetan," ucapnya.

Meski begitu, Alex setuju dengan apa yang dikatakan Yayat. Menurut Alex, kerugian materi dari kemacetan mencapai Rp4,6 triliun per tahun. "Jadi kerugian yang luar biasa dari segi BBM, waktu, tenaga, dan ditambah mental dan fisik," ucapnya.

Alex pun mengatakan, problem macet itu bertumpu pada masalah kepimpinan dan pengambilan keputusan yang tidak tepat dan tegas. (ren)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
ricuh
25/03/2012
makjang. pendidikan gratis bouuu di jkt. yg bener aja bung. uda kota padet gini pendidikan digratisin mah seluruh penduduk indo berbondong datang jkt skola mas. weleh, pikir panjang sblon bunyiii
Balas   • Laporkan
suharyana.harry | 27/03/2012 | Laporkan
pendidikan gratis kurang mendidik, orang tua semakin cuek,masa bodoh terhadap pendidikan anaknya, apalagi sianak tambah males dan degradasi moral merosot tajam, perlu direnungkan gartisin sesuatu.....
jokowifordki
24/03/2012
yuk gabung di komunitas pendukung Jokowi - Basuki facebook.com/jokowiahokfordki
Balas   • Laporkan
aripw
24/03/2012
paling gampang tiru singapura dan hongkong,setiap mobil dikasih stiker yg hanya boleh jalan sesuai dengan ketentuan stiker itu,parkir dihongkong 1 jam nya mencapai 10 rb,kalo pake aturan ini pasti jamin gak macet,kalo gak percaya cek sendiri kesana
Balas   • Laporkan
rezqitryarisman | 06/05/2012 | Laporkan
setuju mas, tapi tinggal masyarakatnya mw gk, kan tw sendiri masyarakat Indonesia apalagi di jakarta
indoforum.org
24/03/2012
siapa bilang sulit ? gampang aja . asalkan biaya transportasi umum murah (ibaratnya 5000,- bisa keliling jakarta), tepat waktu, nyaman, fasilitas lengkap, jalanan gk panas. pasti bebas macet.
Balas   • Laporkan
bayumas
24/03/2012
JGN MEMBUAL AJA PAK, MARI TARUHAN KALAO 3 THN PAK ALEX BISA BIKIN JKT TAK MACET,TARUHANNYA POTONG LEHER SAYA, TAPI KALO PAK ALEX NGGAK BISA, SAYA POTONG LEHER PAK ALEX.BEGITUPUN BAGI CALON LAIN YG MENGATAKAN BISA BIKIN JKT TAK MACET JGN MENIPU RAKYAT
Balas   • Laporkan
rezqitryarisman | 06/05/2012 | Laporkan
hati2 loh dengan lidah mu sendiri
artanis
24/03/2012
"Kalau selama tiga tahun tidak berhasil, kami siap mundur," kata Alex.... ini contoh tidak bertanggung jawab lah, kalau "kami mundur" siapa pula yang jadi gubernur?
Balas   • Laporkan
suharyana.harry | 27/03/2012 | Laporkan
tahun ke empat gantian gue ama elu yang gantiin pimpin jakarta. he he he
voorhees
24/03/2012
jakarta bebas banjir dan macet, tapi banjir dan macetnya dialihkan ke daerah sekitarnya .... mirip teknik membuang orang gila dari satu daerah ke daerah lain ....
Balas   • Laporkan
bayu.a.saputra2
24/03/2012
3 thun waktu yg lama buat menumpuk kekayaan
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com