METRO

Terkait Kasus Habib H, Dua Remaja Diperiksa

Kedua remaja 16 tahun itu menjadi korban Habib Hasan pada 2010.
Selasa, 6 Maret 2012
Oleh : Aries Setiawan, Siti Ruqoyah
Habib Hasan bin Ja'far Assegaf

VIVAnews - Dua orang remaja yang mengaku diduga telah dicabuli oleh pimpinan Majelis Taklim Nurul Musthofa, Habib Hasan bin Ja'far Assegaf mendatangi Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan.

Dengan adanya pengakuan dua remaja 16 tahun itu, maka jumlah korban bertambah menjadi 13 orang.

Menurut konseling para korban, Edy Wahidi, meski korban dugaan pencabulan sudah bertambah, tetapi laporan atas dugaan pencabulan itu tetap satu orang.

Pemeriksaan dua orang korban baru itu hanya untuk menguatkan adanya percobaan pencabulan.

"Dua korban ini berinisial F dan A. Kini, keduanya sedang di BAP di Polda Metro," ujar Edy di Polda Metro Jaya, Selasa 6 Maret 2012.

Keduanya adalah korban pencabulan Habib Hasan pada tahun 2010.

Selain itu, tujuh orang korban lainnya sudah menjalani pemeriksaan psikologis di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi DKI Jakarta (P2TP2A) di Pulogadung, Jakarta Timur. Pemeriksaan tersebut baru pertama kali dilakukan oleh Polda.

"Para korban menjalani pemeriksaan psikologi selama tiga jam  di P2TP2A. Untuk korban lainnya akan menyusul. Hasil pemeriksaan kali ini akan keluar dua minggu ke depan," jelas Edy.

Saat dihubungi terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto membenarkan adanya pemeriksaan itu. "Iya, tadi tujuh orang korban diperiksa psikologisnya di Pulo Gadung," kata Rikwanto.

Kasus ini mencuat setelah lima dari 11 remaja itu mengadu ke Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia pada 9 Februari 2012 lampau.

Tuduhan Itu Adalah Fitnah

Habib Hasan dalam beberapa kesempatan meminta jemaahnya untuk tidak emosional dan mendoakan mereka yang mengancam dan mencaci dia agar diberi taufik dan hidayah.

Menurutnya, bisa saja fitnah terhadap dirinya itu merupakan desakan agar membubarkan majelis taklim yang bermarkas di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan itu. Sebab lanjutnya, dia pernah didesak untuk membubarkan jemaah itu. 

"Dia ancam saya. Pokoknya akan gorok Habib. Dia SMS saya, 'Kalau elu nggak bubarin Majelis, elu gue gorok'," kata Hasan. "Saya tidak marah. Saya doakan dia agar diberi hidayah."

Masih kata Hasan, ancaman pembunuhan itu tidak hanya ditujukan kepada dia sendiri tapi juga keluarganya. "Kalau ente nggak bubarin, ente, istri, anak-anak ente bakal gue bunuh."

Hasan mamaparkan belakangan ini dia kerap diberitakan media. Dia meminta jemaahnya untuk tidak emosional dan mendoakan mereka yang memfitnah itu. (Selengkapnya penjelasan Habib Hasan  klik di sini.)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found