METRO

VIDEO: Di Malaysia, Pejalan Kaki Dihormati

Trotoar di Malaysia sama sekali tidak ada pedagang kaki lima (PKL).
Selasa, 7 Februari 2012
Oleh : Aries Setiawan
Pedagang berjualan di trotoar

VIVAnews - Di Indonesia, khususnya di Jakarta, sering kita melihat banyak hak pejalan kaki dilanggar. Trotoar yang diperuntukkan bagi pejalan kaki juga sering dilalui tanpa berdosa oleh pengendara sepeda motor.

Pedagang kaki lima bahkan secara sengaja merenggut hak pejalan kaki. Membuka tenda atau menaruh barang dagangan di trotoar. Yang jelas-jelas untuk dilalui pejalan kaki.

Jika kita menengok ke Malaysia, negara serumpun dengan Indonesia, perbedaan itu tampak mencolok. Penghargaan terhadap hak pejalan kaki sangat dijunjung tinggi di Negeri Jiran itu.

Lihat saja jembatan yang dibangun di Malaysia. Jembatan ini memanjakan pejalan kaki. Bagaimana tidak. Di setiap pintu masuk jembatan dilengkapi eskalator.

Diresmikan setahun lalu, total biaya jembatan sekaligus trotoar menghabiskan lebih dari 100 juta ringgit atau sekitar Rp300 miliar. Sebagian besar dibiayai perusahaan minyak kebanggaan mereka, Petronas.

Bahkan, pemerintah Malaysia akan membangun 6 jembatan serupa. Total yang akan dibangun 12 kilometer. Selain menghubungkan kawasan wisata, jembatan-jembatan itu juga akan menghubungkan ke beberapa transportasi publik di Kuala Lumpur.

Sebagian besar di sepanjang jalan lainnya juga tampak terawat, nyaman, dan aman. Bahkan, di setiap satu meter diletakkan tempat sampah. Dan yang paling berbeda dengan di Tanah Air, trotoar di Malaysia sama sekali tidak ada pedagang kaki lima.

Lihat video jembatan penyeberangan yang nyaman di Malaysia di tautan ini.

Jika hak pejalan kaki dihormati, sepertinya tidak akan ada aksi wanita "Pembela Hak Pejalan Kaki" seperti yang terjadi di kolong jembatan Semanggi. (art)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found