TUTUP
TUTUP
METRO

Liburan ke Monas Berujung Maut di Minggu Pagi

9 orang tewas dalam peristiwa Xenia maut di Tugu Tani, Jakarta Pusat, satu pekan lalu.
Liburan ke Monas Berujung Maut di Minggu Pagi
Olah TKP Kecelakaan Xenia Maut  (VIVAnews/Fernando Randy)

VIVAnews - Satu pekan sudah tragedi kecelakaan Xenia maut di Tugu Tani, Jakarta Pusat, berlalu. Tapi tragedi itu masih saja membekas di ingatan keluarga korban yang meninggal dunia.

Para korban memang tak pernah menyangka ketika liburannya, untuk sekedar berekreasi dan olah raga di Monas yang merupakan simbol kota Jakarta itu, akhirnya berujung maut.

Bahkan, bagi Kenny (8 tahun) korban yang berhasil selamat dari kecelakaan tersebut. Mengunjungi monas menjadi salah satu tempat favoritnya ketika berlibur ke Jakarta.

Sebelumnya, dalam acara keluarga besar dari Jepara, Jawa Tengah, Kenny memang diajak untuk berlibur ke Monas oleh sang Nenek Suyatmi (51) dan saudara lainnya. Tanpa berfikir panjang, Kenny langsung bersedia. Kenny tinggal dengan orang tua di daerah Citeurep, Bogor, Jawa Barat. Sedangkan pertemuan keluarga ada di kawasan Cikini, Jakarta Pusat.

Namun saat malam sebelum kejadian kecelakaan itu, Ayah kandung Kenny, Joni Budianto (33) mengaku memiliki firasat buruk. Entah mengapa, tiba-tiba malam hari sebelum berkumpul acara keluarga itu, suhu badan Kenny sangat tinggi, padahal sore harinya, Kenny masih bermain dengan teman-teman dilingkungan rumahnya.

"Pas malam sebelum berangkatnya itu, jam 12 malam Kenny panas tinggi. Saya bilang sama Kenny, kalau masih panas mendingan istirahat dulu jangan ke monas dulu. Tetapi pas jam 06.00 WIB pagi kondisinya langsung normal, gak panas sama sekali," ujar Joni kepada VIVAnews.com, Minggu 29 Januari 2012.

Melihat kondisi sudah normal kembali, Joni akhirnya mengizinkan Kenny untuk ikut bersama dengan neneknya dan saudaranya ke Monas. Berjalan dari Cikini Jakarta Pusat, menuju Monas melewati Tugu Tani, persis di depan kantor Pajak, tiba-tiba mobil Xenia datang dengan kecepatan tinggi ke arah keluarga besar Kenny.

Tanpa sadarkan diri, Teguh, suami dari Siti Mukaromah yang saat itu menggandeng Kenny di barisan paling depanlah yang berusaha menyelamatkan semua keluarga yang ikut bersamanya, ada tujuh orang anggota keluarga yang ikut saat itu.

Ditambahkan Joni, awalnya Kenny sama sekali tidak diperbolehkan, tetapi karena Neneknya yang berjanji untuk menjaga anaknya itu maka direlakan untuk diperbolehkannya. "Saya ngomong sama ibu saya (nenek Kenny), ini Kenny malemnya panas, tapi neneknya berani jamin, 'ah kalo udah dekapan nenek, kenny tuh adem. saya berani menjamin, makanya itu yang saya lepas, saya persilahkan, dan tolong jaga anak saya, ternyata Allah berkehendak lain. Itu terakhir omongan ibu saya," kata Joni.

Joni dan istrinya mengaku baru mengetahui keluarga dan anaknya menjadi korban kecelakaan Xenia maut, empat jam setelah kejadian. Informasi itu disampaikan oleh salah satu saudaranya. Tanpa berfikir panjang, Joni akhirnya menuju RSCM untuk mengetahui kondisi keluarganya.

Memasuki kamar mayat RSCM, kata Joni, perasaannya sangat tidak tenang, dan dia berharap jika kondisi anaknya selamat. "Ketika sudah di kamar mayat, saya melihat Ibu saya, saudara saya dan juga keponakan saya meninggal, saya langsung lemas dan saya terus mencari dimana keberadaan anak saya. Ternyata korban selamat dirawat di RSPAD," kata Joni.

Berikut nama korban kecelakaan tersebut, yang meninggal dunia:

1. Muhammad Hudzaifah alias Ujai (16),
2. Firmansyah (21),
3. Suyatmi (51),
4. Pipit Alfia Fitriasih (18),
5. Ari (17),
6. Yusuf Sigit (2,5),
7. Nani Riyanti (25),
8. Wawan (17) dan
9. Muhammad Akbar (22)

Sementara korban luka-luka yang sudah dan masih di rawat di RSPAD Gatot Subroto:

1. Indra (11)
2. Siti Mukaromah  (30)
3. Kenny (8)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP