METRO

Blokir Tol Jakarta-Cikampek, Buruh Minta Maaf

Massa hanya terlihat tidur-tiduran, berorasi, mengibarkan bendera, sambil berteriak.

ddd
Jum'at, 27 Januari 2012, 15:35
Aksi demo buruh di jalan tol Jakarta-Cikampek
Aksi demo buruh di jalan tol Jakarta-Cikampek (ANTARA/Widodo S. Jusuf)

VIVAnews - Ruas jalan tol Jakarta-Cikampek di Km 24.400 seperti lautan buruh. Ratusan ribu buruh menutup jalan tol dari arah Cikampek dan Jakarta. Kemacetan lebih dari sekitar 12 kilometer. Demonstran meminta maaf.

"Kami meminta maaf kepada pemilik kendaraan yang terjebak kemacetan. Sekarang, kalau mau protes jangan ke buruh. Tapi kepada pemerintah dan Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia)," kata Koordinator Demonstran Forum Serikat Pekerja Metal Indonesia, Sasa Syaifuddin, di ruas tol Jakarta-Cikampek, Jumat 27 Januari 2012.

Menurut Sasa, aksi dilakukan agar pemerintah tidak tutup mata dan berpihak kepada buruh. Buruh, kata dia, sudah tidak percaya lagi kepada Apindo.

"Apindo sudah dua kali melanggar kesepakatan untuk mencabut gugatan," kata Sasa yang juga aktivis Buruh Bekasi Bergerak ini. Aksi demo lautan buruh ini dilakukan dengan tuntutan agar keputusan Gubernur Jawa Barat tentang Upah Minimum Kabupaten Bekasi dikabulkan.

Demo buruh dipicu kemenangan Apindo Kabupaten Bekasi pada Kamis kemarin 26 Januari 2012 di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung. Dalam amar putusan, Majelis Hakim memerintahkan agar Gubernur Jawa Barat merevisi SK UMK tahun 2012. Upah buruh batal naik 30 persen menjadi Rp1.491.000.

Demo besar-besaran ini diikuti ratusan ribu buruh. Peserta demo buruh tidak hanya berasal dari karyawan-karyawan perusahaan dari tujuh kawasan industri di Kabupaten Bekasi. Buruh-buruh yang bekerja di perusahaan di luar kawasan industri juga turun ke jalan.

Demo blokade jalur tol Jakarta-Cikampek ini membuat ruas tol gemuk itu lumpuh total. Ruas tol sepanjang sekitar 2 kilometer diduduki demonstran dari kedua arah. Massa hanya terlihat tidur-tiduran, berorasi, mengibarkan bendera, sambil meneriakkan tuntutan. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
thomasarmando64
30/01/2012
Saat Pemerintah tidak peduli, dan Pengusaha ngibul melulu sementara para wakilnya di senayan sibuk ngurusin "dompetnya biar penuh" fuluzzz. Yaaa ini senjata kaum buruh untuk membuka mata para kapitalis. Jangan macem2 sama yang namanya KEKUATAN BURUH...
Balas   • Laporkan
atn1480
27/01/2012
dasar oon.... yg bikin macet kalian kenapa harus protesnya ke pihak lain....
Balas   • Laporkan
ya2ts | 28/01/2012 | Laporkan
mau protes kmn lagi kl pengadilan di kita saja selalu berpihak berdasarkan pasal bukan hati nurani.... mungkin dengan cara ini mereka lebih di dengar...
haji.martole
27/01/2012
Abah terharu ngeliat video perminta maafannya si apriyani kenapa pihak keluarga slalu menuntutnya kan dia melakukannya dalam keadaan tidak sadar,bila dlm keadaan sadar mana mungkin dia nabrak orang segitu banyak..benar2 udah ga ada hati nurani bangsa ini
Balas   • Laporkan
cengceng
27/01/2012
buruh ga tau malu,kalau ga puas sama upah yg diterima ,cari kerjaan ditempat lain.Jangan maksain kehendak.Kalau semua investor pindah kenegara lain
Balas   • Laporkan
ya2ts | 28/01/2012 | Laporkan
memindahkan investasi ke negara lain bukan hal yang sangat mudah bung.... jgn dikira investasi di negara lain semurah di indonesia
theblues
27/01/2012
hapuskan outsourcing dari jagad indonesia ini !!!
Balas   • Laporkan
ya2ts | 28/01/2012 | Laporkan
betul gan....
gazibu
27/01/2012
Cari tereakan pegiat HAM di beberapa media gak ada,kenapa ya ?
Balas   • Laporkan
yuta2606
27/01/2012
Demo boleh" saja, asal tidak merugikan orang lain. lgsg k pusatny, dtgin gedung apindo apa kantor gubernur itu lebih masuk akal daripada nutup jalan tol. Hargai orang lain klo mau d hargai orang.
Balas   • Laporkan
bixdom | 27/01/2012 | Laporkan
setuju........
wahai temen2 buruh.. yg setiap saat cm disuruh-suruh, mari nabung dikit2, trus mandiri saja jadi entreprenur.. usaha apa aja yg penting halal shg bisa mengembangkan potensi diri. sdh saat nya pemerintah memasukkan pelajaran entreprenur di sekolah2
Balas   • Laporkan
ya2ts | 28/01/2012 | Laporkan
betul mas angkringan78 pendapat anda masuk diakal...
atn1480 | 27/01/2012 | Laporkan
mana mau bro... buruh sekarang banyak mau nya, tapi nga mau belajar cara menggapainya.
sammy.asp
27/01/2012
Ini nich yag bikin investor Pada kabur, gampang kok kalo ga sesuai gajinya keluar, pindah cari yang gajinya lebih besar, bukan dg cara pemaksaan seperti ini, ini bukan Indonesia banget
Balas   • Laporkan
theblues | 27/01/2012 | Laporkan
sok tau sampean,..
jihader
27/01/2012
maaf sy tak menyalahkan siapapun,semua ada sebab akibat.skrg ini sdh trjadi krisis kepercayaan.rakyat tak prcaya dgn pemerintahnya,buruh tak prcaya pd pngusaha.krn itu penjabat dan aparat harus berkoreksi diri.mgapa ini bisa trjadi..Allah lah yg Maha Adil
Balas   • Laporkan
atn1480 | 27/01/2012 | Laporkan
kalau tdk percaya pd pengusaha kenapa masih cari makan di perusahaan nya.
manitou | 27/01/2012 | Laporkan
satu lagi..


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id