METRO

21 Mal Baru yang Dibangun di Jakarta

Penerbitan izin pembangunan mal tidak akan berpengaruh terhadap moratorium mal.

ddd
Rabu, 11 Januari 2012, 19:11
Pembangunan
Pembangunan (VIVAnews/Muhamad Solihin)

VIVAnews - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan bisa menahan pembangunan 21 pusat perbelanjaan baru di Jakarta selama dua tahun ke depan. Karena penerbitan izin yang ada tidak akan berpengaruh terhadap moratorium mal.

Tapi, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, memastikan telah mendapat dukungan dari masyarakat terkait penghentian sementara (moratorium) pusat perbelanjaan atau mal. Alasan lain karena tata ruang kota Jakarta saat ini yang semakin semrawut dan padat akibat pembangunan mal secara masif.

Namun, menurut Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto, selama 2012 hingga 2013, di Jakarta akan ada tambahan 21 pusat perbelanjaan baru. Total luas lantainya mencapai 827.376 meter persegi, dengan 45 persen di antaranya berada di Jakarta.

"Di antara pasokan mal-mal baru tersebut, separuhnya sudah melebihi 50 persen tahap konstruksi," kata Ferry di Jakarta.

Colliers melansir, mal-mal yang dalam tahap konstruksi dan direncanakan diluncurkan tahun ini antara lain Kemang Village, Menteng Square, Kota Kasablanka, Pulomas X-'Venture, Ciputra World Jakarta, dan Pondok Indah Street Gallery.

Kecuali Pulomas X-'Venture, sisanya masih berlokasi di Jakarta Selatan dan Pusat. Ditambah lagi, Agung Podomoro baru meluncurkan proyeknya, Kuningan City Mall, pada akhir tahun lalu.

Selain itu, Agung Podomoro tengah meneruskan pembangunan fasilitas perbelanjaan di kawasan residensialnya di Kalibata, yang berdiri di atas lahan seluas 60.000 ha hingga 90.000 ha. Proyek yang ditargetkan selesai tahun depan ini bisa menampung 120 hingga 180 tenant.

Nantinya diprediksi tren akan berganti ke mal yang menerapkan sistem sewa. Apalagi, saat ini pendanaan dari bank relatif lebih mudah.

Colliers menghitung, tahun ini pasokan kumulatif mal di Jakarta akan tumbuh hingga 5,6 persen atau seluas 335.456 meter persegi. Pertumbuhan yang diramalkan bahkan lebih tinggi dibanding tahun lalu, di mana pasokan bertambah 4,5 persen menjadi 5,95 juta meter persegi.

Saat dihubungi terpisah, Kepala Dinas Tata Ruang DKI Jakarta, Wiriyatmoko, membantah kabar yang menyatakan pembangunan mal tersebut akan berlangsung hingga 2013.

"Jangan dilebih-lebihkan, yang dibangun hingga tahun ini sudah mendapat izin lebih dulu sebelum moratorium mal diberlakukan tahun lalu," tegasnya kepada VIVAnews.com.

Namun, dia tidak membantah ada banyak pembangunan mal di ibukota tahun ini. "Jumlahnya puluhan, saya tidak tahu jumlah pastinya," kata Wiriyatmoko. (art)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
silviyanti
12/01/2012
jakarta mau macet keq .. mau banjir keq ... emang gua pikirin ... yang penting duit .. duit dan duit xixixixixixixixi
Balas   • Laporkan
kl pak Jokowi yg jadi gubernur jakarta, yg akan dibanyakin adlh pasar tradisional + penataan PKL, demi kesejahteraan rakyat kecil..
Balas   • Laporkan
bagong
11/01/2012
ga kebayang macetnya gimana... huft... yang ngeluarin izin itu kayak ga bakal mati kali yah... duittt ajah yang ada di otaknya... dan indonesia pun menjadi masyarakat konsumtif..
Balas   • Laporkan
judhie
11/01/2012
Mohon konfirmasi data luas lahan di Kalibata 60.000 hektar atau 90.000 hektar itu benar tidak? Itu artinya 900.000.000 meter persegi lo. Mohon lebih teliti.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id