METRO

Tarif Busway Diusulkan Naik Jadi Rp4.000

Kenaikan tarif harus diiringi dengan perbaikan pelayanan.
Rabu, 4 Januari 2012
Oleh : Desy Afrianti, Luqman Rimadi
Busway Terbakar

VIVAnews - Ketua Advokasi Masyarakat Indonesia (MTI), Dharmaningtyas, menilai tarif bus TransJakarta perlu dinaikan. Sebab, kata dia, sejak pertama kali dioperasikan pada tujuh tahun lalu, tarif busway belum pernah naik.

"Tarif ideal TransJakarta per penumpang adalah Rp 4.000. Jumlah tersebut dirasa masih dapat dijangkau oleh masyarakat. Namun juga tidak terlalu politis, karena tidak terlalu mengandalkan subsidi dari Pemerintah Provinsi DKI," ujar Darmaningtyas di Jakarta, Rabu 4 Januari 2012

Mengenai penentuan tarif ideal ini, Dhramaningtyas mengaku dilematis, pasalnya bila kenaikan terlalu tinggi, maka TransJakarta justru akan kehilangn penumpang.

"Kalau tarif Rp 5.000 nanti penumpang busway pindah ke motor," ujarnya.

Dharmanintyas mengungkapkan perhitungan tarif itu berdasarkan dengan rencana proyeksi pertambahan jumlah penumpang.

"Sepanjang tahun 2011, penumpang bus Transjakarta mencapai 114.783.774, diprediksi jumlah ini akan naik mencapai 125.634.013 penumpang pada tahun 2012," ucapnya.

Ia mengatakan, dengan kenaikan tarif Rp 500 dan penambahan penumpang yang mencapai sekitar 11 juta penumpang tersebut, pendapatan pengelola TransJakarta dari pendapatan tiket sekitar Rp 500 miliar lebih.

"Jumlah tersebut lebih tinggi Rp 75 miliar dari prediksi BLU Transjakarta," ujar Darmaningtyas. "Menarik pengguna motor, tapi bisa mengurangi subsidi," kata dia lagi.

Tarif Rp 4.000 dikatakan Dharmaningtyas merupakan tarif bulat. Dengan begitu petugas loket karcis tidak perlu bersusah mencari uang receh Rp 500 setiap harinya.

Meski demikian, lanjutnya, kenaikan tarif harus diiringi dengan perbaikan pelayanan. Untuk itu, Dhramaningtyas mengusulkan kenaikan tarif bersamaan dengan penggunan tiket elektronik, yang diperkirakan mulai dilakukan pada pertengahan tahun 2012.

"Saya usul, supaya e-ticketing agar sekaligus ada perbaiki," katanya.

TransJakarta harus meningkatkan pelayanan, terutama dalam mencapai headway, atau jarak kedatangan tiap bus. "Tidak sterilnya jakur menjadi penyebab utama terhambatnya laju busway," ujar dia.

Dia mengusulkan kepada Gubernur DKI Jakarta  untuk meminta Direktorat Polda Metro Jaya bertindak lebih tegas.

Peningkatan lainnya, menurutnya yakni dalam hal sopir yang ugal-ugalan. "Operator yang masih bermental bus konvensional menjadi penyebab. Karena setiap sopir harus mengemudikan tiga rit setiap harinya meskipun sudah bertugas lebih dari delapan jam," ungkap Darmaningtyas.

"Selain itu, agar tidak ugal-ugalan harus ada peningkatan kesejahteraan bagi para sopir Transjakarta," ucapnya. (sj)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found