METRO

Tawuran, 1 Siswi SMK Lawan 6 Siswa Lelaki

"Tidak tega lihat teman dipukuli. Terpaksa saya tolong."
Selasa, 18 Oktober 2011
Oleh : Eko Priliawito, Luqman Rimadi
Pelajar terlibat tawuran di Polsek Metro Jatinegara

VIVAnews - Seorang siswi SMK Penerbangan, diamankan petugas karena terlibat aksi tawuran di kawasan Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, Selasa 18 Oktober 2011. Tidak tanggung-tanggung, dia nyaris terlibat baku hantam dengan 6 pelajar laki-laki dari SMK Bakti Jakarta.

Saat berada di ruang pelayanan Polsek Metro Jatinegara, Jakarta Timur, siswi berinisial UP itu mengaku menolong temannya yang sedang dikeroyok pelajar yang jadi musuh sekolahnya.

Kejadian itu berawal saat UP bersama dua temannya menunggu mobil untuk pulang di kawasan Cawang, Jakarta Timur. Ternyata, kemeja dan celana biru seragam sekolah SMK Penerbangan mereka mencolok perhatian dan dikenali siswa dari sekolah lain.

Sejumlah siswa Bakti Jakarta yang melihat mereka tiba-tiba menyerang. Tidak siap dan kalah jumlah, mereka langsung lari menyelamatkan diri. UP yang perempuan takut dan terpaksa ikut belari.

"Susah lari karena pakai sepatu hak. Tapi, karena takut saya ikut lari," katanya.

Namun, seorang teman UP yang bernama Cahya dikepung dan dikeroyok. Karena tidak tega, siswi kelas satu itu kembali dan nekat melawan untuk menolong temannya.

"Tidak tega lihat teman dipukuli. Terpaksa saya tolong," katanya.

Tidak mempedulikan risiko yang dihadapinya, siswi pemberani ini lari mendekat dan menarik temanya yang sedang bertukar pukul. Tak pelak, beberapa bogem mentah sempat bersarang di wajah UP. Beruntung, sebelum keburu fatal, datang polisi melerai keributan.

Bersama 4 siswa lain yang terlibat tawuran, UP digelandang ke Polsek Jatinegara. Kepada petugas dia mengaku terdesak dan melawan, meski soal tawuran sudah bukan pemandangan yang aneh buat dirinya. Beberapa kali sebelumnya, dia juga mengaku pernah ikut tawuran.

Dari siswa berinisial Br dan Ch, polisi menyita ikat pinggang bermata gir dan alat setrum. Tapi mereka menyangkal bahwa benda itu untuk tawuran. UP sendiri sudah diperbolehkan pulang setelah dimintai keterangan. (kd)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found